Ashoka: Sukses Menampilkan Drama Kisah Cinta Yang Unik di Pesta Ulang Tahun Bindusara, Memancing Khorasan Dengan Wajah Dharma


Dharma pelan-pelan kembali melongok menyaksikan pertunjukan dengan memegang selendangnya dengan baik. Niharika menunjukkan wajah agak sedikit marah, Helena ternyata larut juga dalam pertunjukan tersebut, begitu juga dengan Noor dan permaisuri Subrasi.

Ashoka sudah dipanggung, di depan pemeran Shiwa, sambil memegang obor ditangan kirinya, Ashoka menyampaikan narasi, “kodrat alam dunia berjalan terus, datanglah seorang iblis bernama Tarkasur, dia lahir dari manusia dan menyebabkan huru hara di bumi!”. Pemeran Shiwa meninggalkan panggung.

Di area penonton, seorang mata-mata berbisik pada Khorasan. Bindusara larut dalam pertunjukan. Penyair terus melantunkan kisah, “Shiwa mencari Sati ke seluruh alam semesta”. Pemeran Sati mengelilingi penari wanita dan pria yang berdiri berpasangan, syair terus terdengar, “Tarkasur juga mulai melakukan penganiayaan”.

Khorasan bangkit dari duduknya, Helena tersenyum, Niharika juga menahan senyum, Noor tersenyum. Sushima juga tersenyum melihat pertunjukan saat Tarkasur muncul di panggung mendorong semua penari pria dan menarik tangan penari wanita.

Ashoka #166 09 episode

Khorasan ternyata menemui guru yang mencatat semua informasi tentang pernikahan Bindusara dan Shubadrangi. Sang guru bangkit, Khorasan langsung bertanya, “siapa nama putra Yang Mulia”. Sang guru tersentak kaget. Khorasan berteriak marah, “katakan siapa namanya!”. Sang guru berfikir, ia tau ada yang tak beres. Khorasan tak sabar, “dari wajahmu tampak jelas, bahwa kau tau jawaban dari pertanyaanku!”. Sang guru menjawab, “aku tidak tau apa-apa, kalau aku tau, pasti aku beritau pada Yang Mulia!”. Khorasan yang pemarah mencabut pedangnya.

Sushima senang dengan pertunjukan Takasur, wajahnya tak hentinya tersenyum. Penyanyi masih melantunkan kisah sendratari, “melihat hal ini semua Dewa merasa cemas”. Ashoka melirik ke arah singgasana Bindusara. Di panggung, penari berpakaian putih, menampilkan sikap memohon kepada pemeran Shiwa. Syair terdengar, “mohon pada Dewa untuk menyelamatkan mereka”.

Dharma yang menahan sedih kembali melirik ke arah Bindusara yang juga sedang meringis menahan perasaan menonton pertunjukan. Ahankara juga menahan tangis. Syair terdengar, “minta putranya agar dapat membinasakan iblis itu”. Dharma menahan tangis melirik Bindusara. Niharika menatap terus ke arah panggung sekalian memperhatikan Ashoka. Ashoka juga menatap ke panggung.

Pemeran Tarkasur sudah mengalahkan semuanya. Pemeran Sati masuk membawa lentera diiringi penari latar dengan wajah tersenyum. Dari syair jadi tau, “kebenaran menang dan Sati hidup kembali. Melihat Sati, Dewa sangat bahagia. Dia melupakan deritanya ketika bertemu Parwati. Dia mendapatkan kembali cintanya yang hilang”.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan