Ashoka: Bindusara Mengumumkan Lamaran Resmi Sushima Untuk Ahankara. Tahap Akhir Menjebak Khorasan Di Hari Ultah Yang Mulia


Ashoka #165 19 episode

Khorasan terkejut, “apa?!”. Ashoka menatap Khorasan dengan tatap aneh, “lihat? Ini yang aku maksudkan! Kau masih belum bisa percaya padaku sepenuhnya! Dan, masalah membagi tadi, itu hanya bisa dibagi, dimana ada kepercayaan. Tapi kau, tidak perlu merasa cemas, Acharya Chanakya tidak ada di tempat, dia sudah menyerahkan tanggung jawab untuk menyerahkan hadiah pada Yang Mulia, masalah itulah yang ditanyakan oleh Radhagupt padaku”. Khorasan seakan berfikir, tapi matanya melihat ke arah mata-mata yang sebelumnya menguping Ashoka dan Radhagupt, bertanya lewat gerakan matanya, si mata-mata mengangguk.

Khorasan pura-pura menarik nafas. Ashoka juga pura-pura tidak paham apa yang sedang dilakukan Khorasan yang sedang main mata dengan mata-matanya. Khorasan berpesan pada Ashoka, “bukalah matamu lebar-lebar, kau tau daripada semua persoalan ini, ada yang lebih penting lagi, jangan lupa itu”. Ashoka menjawab Khorasan dengan percaya diri, “kau bisa saja melupakan Dewi Dharma, tapi aku tidak, jangan khawatir”, merapatkan geraham, kemudian melangkah meninggalkan Khorasan. Khorasan memperhatikan Ashoka yang menjauh, kemudian kembali memperhatikan sekelilingnya.

Ashoka #165 21 episode

Hari sudah siang, Yang Mulia dan rombongan keluarganya memasuki ruang pesta yang sudah di isi penuh oleh para tamu. Yang hadir mengelukan raja mereka, “Hidup Yang Mulia Bindusara! Hidup Yang Mulia Bindusara! Hidup Yang Mulia Bindusara!”, sambil menaburkan bunga. Ashoka sudah di posisinya biasa berdiri sebagai pengawal pribadi. Bindusara menaiki singgasana, rombongan lain menuju ke tempat mereka masing-masing. Bindusara mengangkat tangannya, suara mengelukannya berhenti.

Bindusara kemudian duduk di singgasannya, Helena ke posisinya dengan wajah tak hentinya tersenyum. Noor juga duduk di tempatnya dengan tatap mata awas. Charumitra di posisinya juga dengan wajah sumringah, begitu juga dengan Subrasi. Dharma sendiri juga sudah berdiri di deretan para pelayan, menatap Bindusara dengan tatap penuh cinta dari balik selendangnya.

Khorasan di posisinya dengan wajah tegang, begitu juga dengan Niharika. Ahankara sudah tersenyum lagi. Sushima menunggu acara berikutnya dengan wajah agak jutek, Siyamak menunjukkan wajah penasaran. Ashoka melangkang menuju ke arah panggung yang sudah ia siapkan dengan timnya. Helena mengikuti dengan matanya, dengan wajah tersenyum, karena dengan itulah ia bisa menahan Ashoka agar tak kemana-mana. Ahankara tersenyum menatap setiap langkah Ashoka. Siyamak penasaran. Khorasan menyipitkan mata menatap Ashoka.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan