Ashoka: Bindusara Mengumumkan Lamaran Resmi Sushima Untuk Ahankara. Tahap Akhir Menjebak Khorasan Di Hari Ultah Yang Mulia


Yang Mulia Bindusara sudah duduk di mejanya, mengangkat tangan, “ada yang ingin aku sampaikan”. Ashoka dan Mir menghentikan pembicaraan mereka, menoleh ke arah dalam. Charumitra, Subrasi dan Dhrupad, Noor, Helena, Niharika, yang sudah duduk di meja masing-masing, bersiap mendengar dengan wajah tegang.

Bindusara terlihat tenang, “sebelumnya aku ingin mengucapkan banyak terima kasih dan hari ini akan aku kenang selamanya”. Ashoka tersenyum, setuju dengan apa yang disampaikan Yang Mulia, sementara Helena juga tersenyum, karena hari itu juga eksekusi rencananya. Bindusara yang tanpa prasangka buruk pada yang hadir, masih bicara, “tanpa terasa pagi hari ini, sudah kita lewati, kini saatnya untuk memberi tau sebuah pengumuman”. Charumitra, Noor dan Khorasan menunjukkan wajah tegang dan serius.

Ashoka #165 02 episode

Bindusara tetap aja bicara dengan tenang, “saatnya untuk membuat kalian merasa terkejut”. Helena, Niharika dan Noor saling lirik dengan gelisah. Charumitra menundukkan pandangan gelisahnya, Subrasi menunggu apa yang disampaikan Bindusara dengan wajah antusias. Ashoka menunjukkan wajah tenang, karena ayahnya terlihat sangat tenang, sementara Khorasan menatap Bindusara dengan kening berkerut.

Bindusara meneruskan ucapannya, “kehidupan setiap orangtua pasti akan tiba saatnya dimana anak-anaknya menjadi dewasa, dan mereka harus masuk ke tahap selanjutnya dalam hidup ini. Sejak beberapa lama keluarga kita mengalami pasang surut, kita pun sudah melewati masa sulit. Hari inipun dengan penuh harapan aku mengumumkan hal ini dan setelahnya keadaan pasti akan berubah. Dalam keturunan Maurya akan ada seorang anggota baru, yang ku maksudkan,,,”. Khorasan, Helena, Noor semua berwajah tegang. Bindusara meneruskan ucapannya, “dalam wujud menantu”. Helena spontan melirik Khorasan yang langsung membuang nafas lega, begitu juga dengan Noor.

Niharika melirik Ahankara yang sepertinya masih belum paham maksud ucapan Bindusara karena Ahankara masih tersenyum. Ashoka, Siyamak juga tersenyum, sementara Sushima menunjukkan wajah berfikir, begitu juga dengan Charumitra dan Subrasi. Bindusara meneruskan, “dalam kesempatan ini aku melamar putri Ahankara untuk anakku Sushima”. Deg! Wajah senyum Ahankara berubah pucat, begitu juga halnya dengan Sushima, keduanya sama-sama terlihat tegang. Charumitra spontan tersenyum, Niharika terkejut, ga menyangka rencananya akan disetujui Bindusara, ia pun tersenyum pada Helena. Noor lega, Subrasi tersenyum.

Ashoka tercenung, begitu juga dengan Siyamak. Khorasan hanya menunjukkan wajah datar. Bindusara meneruskan ucapan lamaran, “permaisuri Niharika aku harap kau memberikan persetujuanmu”. Niharika agak sedikit kagok karena diluar dugaannya, ia kembali melirik Helena yang terus tersenyum, begitupun dengan Charumitra. Ashoka hanya memperhatikan ekspresi orang-orang. Ahankara sendiri dan Sushima masih setengah shok.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan