Ashoka: Meminta Restu Bindusara, Yang Mulia Menerima Hadiah Dari Orang-Orang Tersayang


Ashoka #164 episode 152 13

Dhrupad masih menjelaskan hadiahnya, “aku ingin sekali, tapi, aku tidak makan satupun ladu dari sini”. Bindusara menunjukkan wajah serius, “kalau begitu ini hadiah yang sangat berharga, karena di dalamnya ada pengorbanan dan juga kepengendalian hatimu”. Bindusara tersenyum, kemudian mengambil dan mencicipi ladu tersebut. Bindusara sampai memejamkan matanya, “hhhmmmmm, ini enak lezat sekali rasanya”. Dhrupad senang, Subrasi tersenyum.

Tiba-tiba mata Bindusara melihat hadiah yang belum dibuka, hadiah berpenutup kain beludru ungu kebiruan. Bindusara melangkah ke dekat hadiah tersebut di taroh. Wajah Helena yang tersenyum dari tadi, perlahan cemas, begitu juga dengan Niharika. Bindusara berhenti dekat hadiah tersebut, menatap ke sekeliling. Charumitra, Subrasi, Noor, semuanya sontak menunjukkan wajah tegang. Noor melirik Helena.

Bindusara menunduk, Ashoka memperhatikan dengan senyum. Bindusara membuka kain penutup hadiah misterius itu, tampaklah patung ibu dengan anak yang mendudukkan seorang anak dipangkuannya, posisinya saling tatap. Bindusara tersentuh melihatnya. Helena, Charumitra, Noor dan Subrasi terkejut.

Ashoka menunggu respon Bindusara terhadap hadiah itu. Bindusara ternyata langsung beranggapan lain, “Ashoka, kau kah yang meletakkan ini disini?”. Ashoka yang tau ibunyalah yang menaroh langsung, menjawab jujur, “tidak Yang Mulia, aku tidak tau siapa yang meletakkannya disini”. Bindusara berfikir, “lalu ini hadiah dari siapa?”. Ashoka terbayang saat ia menemui ibunya, selintas ia melihat patung itu sedang dikerjakan ibunya. Ashoka tersenyum tipis menatap Bindusara dari tempatnya berdiri. Bindusara bergumam dengan penuh perasaan, “Dharma”, kemudian tercenung.

Helena tak mau melihat Bindusara terpengaruh hadiah misterius itu, “permaisuri Subrasi, kau yang bertanggung jawab atas ruangan ini, lalu ini darimana?!”. Subrasi menggeleng, “aku tidak tau ibu suri, saat terakhir kali aku melihatnya, sepertinya benda itu belum ada disini”. Helena melotot ke arah Noor. Bindusara bertanya ingin tau, “apa kau melihat seseorang?”. Ashoka menarik nafas, keberadaan ibunya sedang dipertanyakan lagi.

Ashoka #164 episode 152 15

Tapi tiba-tiba terdengar suara Khorasan, “itu hadiah dariku”. Bindusara menoleh kaget, begitu juga dengan Ashoka. Helena, Charumitra, Noor dan Subrasi serta Niharika, Sushima menatap Khorasan dengan wajah terkejut. Siyamak justru tersenyum menatap kemunculan kakeknya itu.

Khorasan dengan percaya diri melangkah masuk ruangan. Ashoka menunjukkan wajah sangat kesal. Khorasan menghampiri Bindusara yang masih ingin tau pemilik hadiah yang menyentuh hatinya itu, “akulah yang menyuruhnya, untuk menarohnya disini, untuk hadiah yang kasih sayang ini aku yang suruh membuatkannya”. Ashoka semakin menahan geram menatap kebohongan Khorasan. Helena tau kalau Khorasan hanya mengaku-ngaku, Noor dan Niharika mengernyitkan wajahnya.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan