Saat berbelok menuju ruangan lain, di lorong, Bindusara sudah disambut dengan taburan bunga oleh para pelayan yang di komandai oleh Calata yang dapat tugas dari ibu suri Helena, “tugas Maha Amartya Calata adalah ketika Yang Mulia sudah keluar dari kamarnya, dia disambut dengan pembacaan mantra”.

Ashoka #163 14 episode

Begitu Bindusara yang didampingi Charumitra sampai dihadapannya, Calata memberi sikap salam, kemudian guru tertua yang memegang nampan sambil diirngi rapalan mantra dari temannya yang lain, mendekat kehadapan Bindusara, memasangkan bindik ke jidat Bindusara dan menaburinya dengan bunga persembahan, memutarkan dupa persembahan di depan wajah Bindusara. Bindusara kemudian menaroh telapak tangannya di atas dupa, kemudian mengusapkan ke wajahnya. Sang guru menyingkir ke tempat berdirinya kembali. Bindusara menoleh ke Charumitra yang langsung memberi isyarat untuk melanjutkan langkah ke tempat selanjutnya.

Helena menjelaskan lagi pada Subrasi yang masih di ruangannya, “Subrasi, setelah mantra di ucapkan maka permaisuri Noor akan menyambut Yang Mulia di ruang makan, sementara itu aku mempunyai waktu untuk mendekorasi dan juga menghiasi kamar Yang Mulia, disanalah bersama ketiga pangeran, kau akan mengucapkan selamat padanya”. Noor semakin menunjukkan wajah gondok mendengar tugas yang diterima oleh dua permaisuri Bindusara lainnya. Sementara Subrasi menerima tugas Helena dengan wajah penuh senyum, “baik, aku mengerti ibu suri. Helena tersenyum, Subrasi melangkah keluar ruangan.

Senyum di wajah Helena langsung hilang begitu melihat wajah jutek Noor yang seperti orang melamun, “aku tau betul apa kesedihanmu, dan aku tau, kaulah yang sangat ingin ke kamar Bindusara, bukannya Charumitra. Dan kau ingin mengucapkan salam padanya, kau ingin menjadi sinar yang pertama baginya dipagi hari”. Noor menjawab Helena dengan kesal, “dan kau tau betul kenapa aku ingin begitu”.

Helena menjelaskan pada Noor yang begitu dicintai Justin, “aku tau, tapi kau harus mengerti, sinar kemerahan dipagi hari hanya bertahan beberapa saat”. Noor, Niharika, Khorasan jadi menatap Helena dengan wajah tak mengerti. Helena meneruskan penjelasannya, “seperti setelah terbit, sang surya membara dan dia menyebarkan seluruh cahaya miliknya tetap bersama kita. Sama seperti kau pun sepanjang hari bersama dengan dia, kau tidak akan meninggalkan dia walaupun hanya sekejap saja. Kalau ucapan Ashoka ada benarnya, maka aku percaya Dharma pasti akan berusaha untuk menemui Bindusara bersama dengan putranya. Dan kita harus memastikan agar hal itu tidak terjadi”.

Khorasan, Niharika, Noor tercenung. Helena agak sedikit marah dengan lambannya respon Noor, “kenapa kau masih berada disini, pergilah dan segera kau hilangkan rona merah yang ada di sang surya”. Noor menarik nafas mengerti, kemudian melangkah keluar. Helena semakin tersenyum sumringah.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :