[Cinta Elif Sinopsis]: Pertemuan Pertama Elif-Omer,Terbunuhnya Orang Tercinta, Kenyataan Yang Membuat Terguncang #1


Di tengah pesta ulang tahun Elif, ayahnya Elif juga sedang mengetik pesan di ponselnya sambil memperhatikan sekeliling. Di sisi lain, ibunya Elif mengingatkan menantu dan putri tertuanya, “kenapa kalian terlambat, bagaimana kalau Elif sampai tau, dariman saja kalian, kalian juga tidak ada di rumah”. Taner memberikan alasan, “tadi ada yang kecelakaan, jadi jalanannya macet”.

Tuan Ahmed Denizer menghampiri Elif yang sedang bicara dengan temannya. Si teman langsung mundur, “aku akan memeriksa makanannya”. Ayah Elif tersenyum. Elif bicara pada ayahnya, “ayah, terima kasih, semuanya luar biasa”. Ahmed Deniser memeluk punggung putri kesayangannya, “ayah yang berterima kasih, kau membuatku bangga. Kau tidak menghambur-hamburkan uangmu, kau selalu bersikap mandiri, membuat bisnismu sendiri, menciptakan merekmu sendiri. Hanya kaulah anakku yang mampu berdiri sendiri. Jika terjadi sesuatu padaku suatu hari nanti, meskipun aku belum mau karena aku masih muda, aku berfikir, Elif pasti bisa mengatasinya”. Elif kembali memeluk Ahmed Denizer, “ayah, ingin membuatmu senang dan selalu bahagia”.

Cinta Elif Kara Para Ask #1 22

Ayahnya berpesan, “kau membuatku senang sayang, tapi aku ingin satu hal, kau belum jadikan aku seorang kakek”. Elif yang awalnya serius, jadi tertawa. Ayahnya mengingatkan, “pertimbangkanlah nak, berikan cucu dipangkuanku, hmm”. Elif memberikan alasan, “iya ayah, tapi jika aku, aku bekeluarga, aku tidak akan punya karir. Lihat saja Asli”. Ayahnya berpendapat lain, “itu karena malas, bukan karena anaknya, tapi, kau pasti bisa mengatasinya”.

Ponsel Ahmed Denizer memberi tanda pesan masuk, ia langsung melihatnya, “sudah tengah malam nak, ayah harus ke kantor lagi ya”. Elif mengerti, “baik ayah”. Ahmed Denizer tak mau mengurangi kebahagiaan putrinya, “kau bersenang-senang ya”. Elif mengangguk, “iya, baiklah”. Tuan Ahmed mengecup kening Elif. Elif meyakinkan ayahnya itu, “ayah jangan khawatir”. Ayah Elif menatap Elif, “aku sayang kau”. Elif memeluk Ahmed Denizer, “aku juga sayang pada ayah”, mengusap punggung ayahnya, melepaskan pelukannya, “sampai nanti ayah”. Ayahnya mundur, “sampai nanti”.

Omer sedang melihat layar monitor bersama Pelin yang membantunya mencari rumah, “lewatkan saja yang ini, ini daerah kumuh bukan”. Omer membalik kertas di depannya, Pelin memberitau, “yang ini sepertinya lumayan, lihat kamar mandinya, cukup rapi bukan?”. Omer memberikan komentarnya, “jangan lihat kamar mandinya bagus, tapi lihat, haganya 900 Lyra, itu, terlalu mahal buatku. Kau tau gaya Sibel dan aku. Hei Sobat”, sambil menoleh ke arah Arda yang ternyata sudah tertidur pulas dengan kepala berbantal meja kerjanya. Omer tersenyum, “dia pingsan. Yang lain sudah dicek semua”. Pelin menjelaskan, “ya, kita lihat saja nanti, semoga saja kau suka rumah dilingkunganku ya. Aku akan ambilkan air, apa kau mau?”. Omer menolak, “tidak terima kasih”. Pelin bangkit.

Pesawat HT yang dimeja Arda berbunyi, “915”, ia langsung terbangun dengan kaget. Omer menoleh, “selamat pagi”. Arda mengangkat pesawat HT miliknya, “915, masuk”. Terdengar suara dari sebrang, “baik, wanita usia 30-an, pria umur 60-an di jalan raya Aksa, subjek 240 ya”. Omer menunjukkan wajah senyum melihat Arda yang sudah ada tugas tapi wajahnya masih mengantuk dan menjawab dengan sisa kantuknya, “baiklah kalau begitu aku berangkat”.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Satu respons untuk “[Cinta Elif Sinopsis]: Pertemuan Pertama Elif-Omer,Terbunuhnya Orang Tercinta, Kenyataan Yang Membuat Terguncang #1

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.