[Cinta Elif Sinopsis]: Pertemuan Pertama Elif-Omer,Terbunuhnya Orang Tercinta, Kenyataan Yang Membuat Terguncang #1


Ibunya Elif memeluk pinggang Elif, “ayo, ayo, tiuplah”. Elif melihat kue ulang tahunnya, “ini indah sekali, aku tidak tega memakannya”. Adik perempuan Elif yang mengabadikan momen bahagia itu bersuara, “buat harapan Elif, agar Nilufer boleh pergi dan tinggal bersamamu”. Elif tertawa mendengar permintaan adiknya itu. Tuan dan Nyonya Denizer menatap Nilufer. Nilufer menunjukkan wajah serius, “aku mohon Elif”. Ibunya Elif tertawa pada suaminya, “ada-ada saja”.

Elif menatap adik dan kerabatnya, “aku sudah senang semuanya seperti ini”, kemudian meniup lilin. Ayahnya kembali memeluk Elif, “selamat ulang tahun”. Elif memeluk ayahnya dengan bahagia, “terima kasih”. Ayahnya melepaskan pelukan, mengucapkan harapannya, “semoga tahun-tahun yang akan datang lebih baik dari yang kemaren”. Elif tersenyum, “dan juga untuk semua orang”.

Ibunya Elif mendekat, “giliranku”. Elif memeluk Zerrin, “ibu, aku benar-benar merindukanmu”. Ibunya menatap Elif, “percuma kau bicara begitu, kau hanya pulang enam bulan sekali, bukan ini kesepakatan kita saat kau pindah ke Roma”. Elif menyentuh pipi Zerrin, “ibu benar, tapi pekerjaanku banyak ibu, ma’afkan aku ya”, mengecup dan memeluk ibunya sekali lagi. Zerrin mengusap rambut Elif, “tidak apa-apa sayang, tidak apa-apa”.

Cinta Elif Kara Para Ask #1 20

Nilufer yang mengabadikan dengan kamera ponselnya bersuara, “Elif, kau tidak menduganyakan, kau pikir kami tidak akan datangkan”, sambil memberi isyarat agar ayahnya mendekat agar dia foto. Elif menunjuk sahabatnya yang sedang menggigit jarinya, terlihat sedang berfikir, “Bahar dapat nilai sepuluh untuk aktingnya”. Sahabat Elif itu mendadakan tangan ke Elif.

Elif kemudian beranjak memeluk Nilufer, “aku yakin sekali pasti kau kan yang merencanakan untuk semua ini”. Nilufer memberitau, “kau salah, ayahlah yang merancang semua ini. Ayah menyewa studio editing dan mengawasi mereka selama satu minggu”. Elif di dampingi Nilufer kembali menghampiri ayahnya yang sedang berdiri di sebelah ibunya, “ayah, padahal ayah sangat sibuk, kenapa membuat diri ayah lelah”.

Ahmed Denizer menatap Elif, “putriku yang cantik, kau harus mendapatkan yang lebih baik”. Elif terharu menatap ayahnya. Kakak perempuan Elif, Asli Denizer, memasuki ruangan di dampingi suaminya, “ho o, aku yang tertua, tapi tak ada yang merayakan untukku”, menatap ayahnya, kemudian mencium pipi adiknya, “selamat ulang tahun Elif, semoga bahagia”. Kakak iparnya juga memberi selamat, “selamat ulang tahun”. Elif mengucap terima kasih pada Taner, “kau datang terlambat”.

Cinta Elif Kara Para Ask #1 21

Sementara di kantor polisi, Arda Cakir sedang menatap monitor di depannya dengan wajah serius, memainkan game, ia menoleh ke Omer yang sedang memainkan ponsel, “sudah sepuluh tahun lho, kau lupa seperti apa rasanya seperti orang Istambul”. Omer merespon, “kau harus tau sesuatu sekarang, jika bukan karena ibuku dan juga Sibel, aku sangat senang berada di Van. Sebenarnya ada masalah disini, ada pimpinan baru dan aku tidak tau siapa dia, tapi dia orangnya licik, aku harus selesaikan hal itu sebelum aku dipindahkan”.

Arda memberikan pendapat, “kau pasti bisa menjatuhkannya, kau kan polisi yang mendapatkan penghargaan”. Omer tersenyum, “kita lihat saja”, sambil menatap layar ponselnya dan mengetikkan pesan, “jika masih penasaran pada cincinnya, aku bisa kirim gambarnya”.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Satu respons untuk “[Cinta Elif Sinopsis]: Pertemuan Pertama Elif-Omer,Terbunuhnya Orang Tercinta, Kenyataan Yang Membuat Terguncang #1

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.