[Cinta Elif Sinopsis]: Pertemuan Pertama Elif-Omer,Terbunuhnya Orang Tercinta, Kenyataan Yang Membuat Terguncang #1


Cinta Elif Kara Para Ask #1 17

Di sebuah ruangan perkantoran, Huseyin Demir masih menatap papan yang berisi tempelan dan tulisan kasus yang sedang dikerjakannya sambil meminum minumannya. Omer muncul, “apa kau sibuk?”. Huseyin terkejut, “o, lihat siapa yang datang, aku tidak pernah sibuk untukmu”, sambil menyalami Omer dan cipika cipiki. Omer berkomentar, “biasanya kau tidak pernah semalam ini”. Huseyin menjelaskan, “ada yang sedang aku kerjakan, kau mau minum?”.

Omer setuju, “ya, tentu. sepertinya malam ini aku akan pulang sedikit terlambat”. Huseyin menenangkan, “hah, tidak masalah, tapi ibu suka protes, sudah dua hari tidak melihatmu, tampaknya ia sudah merindukanmu”. Omer melihat papan kerja kakaknya itu, “apa ini?”. Kakaknya menegur Omer, “hei, tidak ada apa-apa”. Omer meminta Huseyin memberitaunya, “ayolah, Pelin dan yang lain sedang bertugas, aku akan sendirian”. Huseyin tersenyum sambil memasang jasnya, “kau harus libur, kau baru pulang dari Van, ini Istambul, santailah sedikit”, sambil bersiap.

Omer tetap menghampiri papan kerja kakaknya, “jadi kau akan pulang?”. Huseyin melihat ponselnya, “ya, aku akan pulang, kakak iparmu sms banyak sekali, lihat ini, ponselku sampai penuh”. Omer menatap potongan foto dan coretan kakaknya, sekaligus merespon curhatan kakaknya, “itu memang akan sulit”. Huseyin curhat, “tentu saja, lagi pula aku sudah bangkrut”. Omer memberi jalan keluar kakaknya itu, “aku bisa pinjamkan sedikit, kembalikan awal bulan saja”. Huseyin menolak, ‘hei, Sibel tidak kaya, kau juga tidak kaya, kalian harus menyewa rumah, mengisinya dan membeli perhiasan untuk pernikahan, banyak kebutuhan!”.

Omer tersenyum mendengar uraian kakaknya, “ya banyak kebutuhan, semoga Tuhan menolongku”, sambil merogoh saku celana belakangnya, mengeluarkan uang, “kakak”. Husein menutup dengan tangannya, “hei, tidak perlu ini”. Omer menatap kakaknya, meyakinkan, “ayolah”. Huseyin yang memang perlu, mengambilnya, “aku kembalikan diawal bulan”. Omer tertawa lebar menatap kakaknya.

Cinta Elif Kara Para Ask #1 18

Di tempat Elif diberi kejutan, ia masih menonton acara ulang tahunnya yang sebelum-sebelumnya. Bersamaan dengan lampu nyala, juga terdengar nyanyi ulang tahun dari orang-orang yang sudah berkumpul di ruangan itu, “selamat ulang tahun. Selamat ulang tahun untuk Elif, semoga panjang umur”, sambil menaburkan bunga ke arah Elif yang mendongak dengan haru. Lagu ulang tahun masih dinyanyikan, kue ulang tahunnya didorong memasuki ruangan, ayah dan ibunya muncul. Elif terharu.

Ayah Elif membuka tangannya lebar-lebar, “selamat datang sayang”. Elif memeluk ayahnya. Ayahnya menanyakan keadaannya, “bagaimana kabarmu?”. Elif yang masih terharu bahagia masih belum bisa berkata-kata, ia mengangguk, ayahnya mengecup keningnya, “kau baik-baik saja?”. Ibunya Elif juga mau memeluk putrinya. Elif tersenyum, “ibu”. Ibunya mengingatkan, “sayang, ayo tiup lilinnya, semua sudah menunggumu”. Elif mendongak ke atas, melihat ke semua tamu yang hadir.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Satu respons untuk “[Cinta Elif Sinopsis]: Pertemuan Pertama Elif-Omer,Terbunuhnya Orang Tercinta, Kenyataan Yang Membuat Terguncang #1

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.