[Cinta Elif Sinopsis]: Pertemuan Pertama Elif-Omer,Terbunuhnya Orang Tercinta, Kenyataan Yang Membuat Terguncang #1


Cinta Elif Kara Para Ask #1 14

Elif dan sahabat yang menjemputnya sudah memasuki sebuah gedung. Sahabatnya itu mengingatkannya, “jangan marah begitu, bukankah besok kau akan merayakan ulang tahun bersama keluargamu”. Elif mau menaroh tasnya dulu, “kita taroh saja ini di lemari”. Temannya menghalangi, “tidak, kau pasti akan menunggu, kita akan rayakan ulang tahunmu selama empat puluh hari empat puluh malam, ayo. Ayo kesana”, menuju meja kecil kosong, kemudian menaroh tasnya dibawah meja yang hanya punya satu kaki.

Elif bicara pada temannya, “bukankah ini tempat hiburan?”. Temannya menatap Elif, “ayolah, ini milik kita, apa lagi yang kau inginkan?”. Elif melepas jaketnya, “apa ada yang mengantarkan minuman?”. Temannya merespon, “tidak, aku yang ambilkan, minuman biasa?”. Elif melepas topinya, “ya, ambilkan saja yang biasa, aku rindu harumnya”. Temannya tersenyum, “tunggu sebentar ya”.

Elif merapikan rambutnya, tersenyum memperhatikan sekeliling. Tiba-tiba lampu meredup, Elif mengernyitkan wajah. Lampu menyorot layar lebar di belakang Elif berdiri, ada tulisan, ‘BIR ELIF DENIZER BELGESELI 🙂 , Sebuah Cerita Tentang Elif Denizer 🙂 ‘. Kemudian terdengar suara ibunya dilayar, “jangan, nanti dia bangun”. Elif yang berdiri sambil melindungi matanya yang silau oleh lampu, menoleh ke arah layar, terbelalak, apa tayangan masa-masa kecilnya. Ayahnya bicara, “biarkan saja, aku rindu padanya”.

Cinta Elif Kara Para Ask #1 15

Elif terharu, ia menoleh ke sekeliling, tapi tak ada yang menjelaskan apapun padanya. Di layar masih diputar tentang kenangannya, ayahnya dengan nada bangga bicara sambil menuntun sepeda kecilnya, “ya bagus sekali sayang, apa kau bisa”. Ibunya juga bersuara, “hati-hati ya”. Elif kecil bersuara, “bisa, tenang saja”. Elif terharu, ia memegang rambutnya, di layar sudah diputar videonya sewaktu dia sudah agak besar, Elif tertawa bercampur haru. Ibunya menghampiri Elif remaja, “ayo sayang, kemarilah”. Ayahnya menyemangati, “kau pasti bisa Elif, ayo tiup”. Elif menjawab dengan semangat, “ya aku bisa, tapi jangan bicara terus”. Ayahnya yang duduk di depan meja malah memanggil, “ayo, kemarilah, duduk disini”.

Elif tertawa kecil menyaksikan masa lalunya, ia yang sudah remaja menghampiri ayahnya, duduk disebelahnya, ayahnya memperlihatkan sebuah kotak, “bagaimana menurutmu”. Elif menjawab, “bagus sekali”. Ayahnya mengeluarkan isi kotak, “lihatlah, ini ada kotak tersembunyi”. Elif tertawa haru. Dilayar terpampang acara ulang tahunnya yang lain, ramai sekali, karena dia sudah benar-benar remaja. Ada yang membawakan kue ulang tahun dan menyanyikan lagu tiup lilinnya sekarang juga. Elif remaja pun meniup lilin kue ulang tahunnya, teman yang hadir bersorak riang. Elif dewasa semakin terharu menatap layar yang memutar ulang acara ulang tahunnya dulu.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Satu respons untuk “[Cinta Elif Sinopsis]: Pertemuan Pertama Elif-Omer,Terbunuhnya Orang Tercinta, Kenyataan Yang Membuat Terguncang #1

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.