[Cinta Elif Sinopsis]: Pertemuan Pertama Elif-Omer,Terbunuhnya Orang Tercinta, Kenyataan Yang Membuat Terguncang #1


Di dalam rumah, ibu Sibel yang sedang menonton, langsung bangkit mendengar pintu dibuka, “iya, iya, kau sudah pulang sayang”. Sibel nyahut, “belum bu, kami masih dijalan”. Ibunyamerespon candaan putrinya itu, “ooo, kau ini suka menggoda”, ia melihat Omer yang berdiri di pintu, “Omer? Selamat malam, ayo masuk”. Omer menolak, “tidak usah bu, aku tidak mau mengganggu aku hanya mengantarnya saja”. Ibunya Sibel tetap memaksa, “ah, kau tidak mengganggu, kami senang kau datang”, menoleh ke Sibel yang sedang menggantungkan jaketnya, “ambilkan dia sandal sayang, ayo, cepat, nanti dia kedinginan”.

Cinta Elif Kara Para Ask #1 12

Sibel menyerahkan sandal. Omer pun melangkah masuk. Ibunya Sibel masih menunggu, “ayo cepat pakai”, menyuruh anak perempuannya, “eh, buatkan dia teh”. Omer kembali ingin menolak, “tidak perlu, terima kasih”. Ibunya Sibel tetap menyuruh Sibel, “ayo cepat, buatkan, buatkan yang hangat ya”. Omer menyapa ayah Sibel, “apa kabar ayah”.

Ibunya Sibel kembali mengingatkan anak perempuannya, “jangan lama-lama ya”, kemudian mengikuti Omer yang mendekati pembaringan suaminya. Ayah Sibel menjawab ringan, “seperti biasa, kegiatan sebelum tidur”. Omer mencium tangan calon ayah mertuanya. Ayah Sibel mempersilahkan, “yo duduklah”. Omer mengeluarkan uang dari saku celananya, “kemarin aku lupa”, kemudian menyisipkan di bawah kertas yang ada diatas meja di depannya, di dekat pembaringan ayah Sibel.

Calon ayah mertuanya itu merespon, “hei nak, kalau nanti taruhan kudaku menang, aku akan membelikan kau rumah”. Omer tersenyum, “semoga begitu”. Adik perempuan Sibel muncul, “selamat datang kakak ipar”. Omer berdiri, menerima rangkulan calon adik ipar yang juga menghadiahinya dengan cipika cipiki, “apa kabar dokter?”. Adik Sibel menjawab, “baik, sedang belajar untuk ujian”. Ibunya Sibel menambahkan, “obat-obatan memang sulit, matanya sampai merah, anakku tidak bisa beralih dari bukunya”.

Cinta Elif Kara Para Ask #1 13

Sibel muncul membawakan segelas teh. Omer merespon semuanya, “terima kasih bu, tapi aku tidak lama”. Ibunya Sibel menunjukkan sikap sedikit kecewa, “oo, lalu tehnya”. Omer menjelaskan, “aku harus pergi”. Ayah Sibel menunjukkan wajah senyum, “kalau begitu berikan saja padaku”. Sibel pun memberikan teh yang sudah dibuatkan ke ayahnya.

Ibunya Sibel memaklumi Omer, “ya sudah, kau boleh pulang”. Omer pamit, “semuanya, aku permisi ya”. Ayahnya Sibel bersuara, “salam pada orangtuamu”. Ibunya Sibel juga berpesan, “ya, sampaikan salam ku juga ya. Besok saat ke pasar, aku akan mampir”. Omer melangkah keluar, ibunya Sibel kembali mengingatkan Sibel, “ayo, antarkan dia”.

Sibel pun mengantar Omer ke pintu. Omer memasang sepatunya, “aku akan menjemputmu setelah pulang kerja besok, dan kita akan membeli semuanya, apa saja yang masih kurang”. Sibel tersenyum, “baiklah”. Omer menatap ke kasihnya itu, tersenyum. Sibel mengingatkan, “oya, kau belum lihat gaun tunanganku”. Mata Omer mengerjap, ia mengintip ke dalam sedikit, mengawasi keluarga Sibel, kemudian menatap Sibel, “aku beritau sesuatu”. Sibel tanpa curiga menatap Omer, menyodorkan telinganya, Omer dengan cepat mendaratkan kecupannya, “jadikan kejutan saja”, kemudian membalikkan badannya. Sibel tersenyum.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Satu respons untuk “[Cinta Elif Sinopsis]: Pertemuan Pertama Elif-Omer,Terbunuhnya Orang Tercinta, Kenyataan Yang Membuat Terguncang #1

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.