[Cinta Elif Sinopsis]: Pertemuan Pertama Elif-Omer,Terbunuhnya Orang Tercinta, Kenyataan Yang Membuat Terguncang #1


Dari arah ruangan lain, Elif baru keluar ruangan kerja Bara sambil memegang dadanya. Bahar menghampiri, “Elif! Kau masih disini, syukurlah, ayo kita minum kopi”. Elif pura-pura tenang, “nanti saja Bahar, aku tidak ingin meninggalkan ibuku sendiri”. Omer sudah memencet pintu lift. Bahar masih menemani Elif menuju lift sambil menggandeng tangannya, “apa yang bisa ku lakukan lebih, tinggallah bersamaku beberapa hari”. Elif menarik nafas, “aku tidak bisa”. Omer sudah memasuki lift saat Elif dan bahar muncul di belakang. Bahar masih bicara, “kau bisa menenangkan pikiranmu. Baiklah aku akan ke rumahmu”. Pintu lift yang membawa Omer ke lantai 2 sudah tertutup.

Bahar memberitau, “Elif, aku tau ini bukan waktu yang tepat, dan aku tidak tau bagaimana memberitaumu”. Elif menatap Bahar dengan cemas, apa lagi yang akan dia dengarnya kali ini. Bahar dengan wajah kurang enak melanjutkan, “polisi mengembalikan mobil ayahmu hari ini, sama seperti mobil kecelakaan, kita singkirkan, atau, kita jual saja”. Elif yang sudah terlalu banyak mendapatkan kenyataan yang membuatnya shok dalam hari ini tak bisa berfikir, “aku tidak tau, aku tidak tau bahar”, kemudian menuruni tangga. Bahar hanya bisa menatap temannya itu.

Di parkiran, Omer di temani seorang petugas keamanan disitu, ia mengeluarkan sarung tangannya, dan bertanya, “kau membawa mobilnya ke cucian?”. Si petugas menjawab, “tidak, kami belum mengabari keluarganya, mereka sedang berduka. Kami menunggu, itu keputusan Tuan Taner”. Omer mulai memasang sarung tangannya, “aku mengerti”. Petugas membukakan pintu mobil dengan remote yang dipegangnya. Omer meminta petugas yang menemaninya itu, “bisa kau tinggalkan aku sendiri saja untuk penyelidikan rahasia ini”. Petugas berfikir sebentar, “tentu, silahkan”, kemudian meninggalkan Omer. Omer menunggu sampai petugas itu menjauh.

Di bawah, Elif sudah mau masuk mobil yang dipersiapkan karyawannya, “silahkan nona”. Saat mau masuk, Elif ingat sesuatu, “tunggu sebentar, ada yang harus ku lakukan”, kemudian bergegas lagi masuk ke ruang kantor.

Cinta Elif Kara Para Ask #1 78

Omer masih memutari mobil yang tak lecet sedikit pun. Ia membuka pintu disamping stir, bekas darah Tuan Denizer masih ada disandaran bangku. Omer meraba bangku tersebut, dengan senter kecil ditangannya, ia menyenter bangku disebelahnya, tempat Sibel di temukan, dan melihat kaca pintu dekat sandaran bangku itu, bersih, tak ada bercak darah yang tertinggal. Omer terbayang dugaan sebelumnya, kalau Sibel di habisi ditempat lain, kemudian baru diseret ke mobil itu dan di dudukkan di kursi itu.

Omer mencari hal-hal yang bisa jadi tambahan bukti di sekitar bangku dan lantai di dekat stir. Omer kemudian menutup pintu mobil, berpindah ke pintu Sibel duduk sebelumnya, membukanya, jongkok, menyenter sandaran kursi, terbayang saat ia melihat Sibel saat malam ditemukan sudah jadi korban penembakan dengan posisi duduk yang melihat ke arah jendela mobil. Omer tak mau larut dalam kenangan yang membuatnya terluka, ia melanjutkan pencarian bukti tambahan dengan melihat lantai dan langit-langit mobil. Ia juga memeriksa bangku, ia menemukan sebutir berlian lagi. Omer menyenter berlian ditangannya dengan wajah berfikir.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Satu respons untuk “[Cinta Elif Sinopsis]: Pertemuan Pertama Elif-Omer,Terbunuhnya Orang Tercinta, Kenyataan Yang Membuat Terguncang #1

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.