[Cinta Elif Sinopsis]: Pertemuan Pertama Elif-Omer,Terbunuhnya Orang Tercinta, Kenyataan Yang Membuat Terguncang #1


Huseyin memegang dagunya, “baiklah, ikut aku”. Omer menatap Huseyin dengan tatap tanya. Huseyin memberitau, “kepalamu di Van telfon”. Omer melihat ke Arda yang juga sama bingungnya. Huseyin berkata lagi, “pria itu menelfonmu”, sambil mengisyasaratkan ruangannya. Omer melangkah, melewati Huseyin menuju meja kerja kakaknya itu.

Cinta Elif Kara Para Ask #1 74

Huseyin menutup pintu ruangannya. Sebelum Omer mengangkat telfon, ia berkata, “Omer, Omer, nanti saja”, kemudian meraih gagang telfon yang masih tergeletak di meja, mengingatkan Omer, “aku tau kau menderita, kau sedih, kau marah, tapi jangan melimpahkannya pada orang lain”. Omer mengusap wajah untuk meredakan emosinya.

Huseyin menelpon lewat ponselnya, “aku akan memanggil Omer, dia akan segera datang”, kemudian bicara lagi pada Omer, “jangan ganggu mereka dan mereka akan bekerja seperti biasa”. Omer memberitau Huseyin atas tindakannya yang dianggap salah, “kalau begitu mereka harus bekerja dengan benar hingga bisa diterima”. Huseyin tak mau adiknya itu semakin marah, “benar Omer kau benar, aku akan beritau mereka untuk melengkapinya, kasus ini belum di tutup, jadi santailah sedikit. Saat kau terlibat, pak kepala juga akan terlibat, biarkan aku yang menangani hal ini”.

Omer menjulurkan tangannya mengambil ponsel kakaknya, menerima panggilan untuknya, “hallo, ya, aku dengar pak. Terima kasih ucapan belasungkawanya. Ya pak”, sambil menatap Huseyin, “apa?! Tapi aku baru memulai cutiku pak. Ya baik, baiklah. Selamat siang juga”. Percakapan selesai, Omer menaroh pesawat itu di meja dengan kesal. Huseyin mempertegas perkiraannya, “dia memintamu kembali?”. Omer menjawab, “ya, besok”.

Huseyin mengingatkan, “apa? Kau bisa langsung pesan tiket, jangan biarkan mereka menunggu, coba pergi ke ibu, baru kau berangkat”. Omer menjelaskan dengan kesal, “liburan ini penghargaanku, aku tidak akan pergi kemanapun”, sambil melangkah menuju pintu. Huseyin memegang lengannya, “Omer!”, menatap mata adiknya, “tinggallah, kau boleh tinggal, tapi jangan hancurkan dirimu. Tenanglah, kasus ini ada padaku, apa kau tidak percaya pada kakakmu?”. Omer tak menjawab, ia bergegas keluar.

Arda yang menunggu diluar dengan cemas, langsung bertanya, “apa katanya?”. Omer memberitau, “aku diberi cuti sebulan, aku dipanggil pulang karena dia tau aku tidak menyukainya”, sambil mengambil tisu di meja Pelin, “jelas dia tidak ingin aku disini”. Arda bertanya,”kau akan kembali?”. Omer tidak memastikan, “lihat saja dulu”, bertanya pada Pelin, “dimana mobil itu?”. Pelin memberitau informasi yang sudah di dapatkan, “dibawa ke induk perusahaan Denizer”. Omer mengucapkan terima kasih, menatap Arda, kemudian keluar ruangan.

Cinta Elif Kara Para Ask #1 75

Elif sudah keluar dari ruangan ayahnya, ia masuk ruangan salah satu karyawan ayahnya, “kau sedang sibuk? Aku ingin menanyakan sesuatu”. Si karyawan bangkit, “nona Denizer? Tentu saja, silahkan duduk?”. Elif menaroh tas dan blezernya, “apa ayah punya lemari besi diluar perusahaan, misalnya di bank?”. Bara menunjukkan wajah serius, “setahuku tidak, meskipun ada, tidak lama lagi kau akan mewarisinya”. Elif menunjukkan wajah gelisahnya, “aku membutuhkan,,”. Bara merespon cepat, “Nyonya Segmen akan mengunjungimu soal warisan”.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Satu respons untuk “[Cinta Elif Sinopsis]: Pertemuan Pertama Elif-Omer,Terbunuhnya Orang Tercinta, Kenyataan Yang Membuat Terguncang #1

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.