[Cinta Elif Sinopsis]: Pertemuan Pertama Elif-Omer,Terbunuhnya Orang Tercinta, Kenyataan Yang Membuat Terguncang #1


Di kantor polisi, Arda mengejaar Omer yang terus melangkah, “Omer, Omer, tunggu. Kita lapor Huseyin agar kita bisa mendapatkan itu data. Kau tau bukan aku yang memutuskan! Tanyakan apa saja yang kau inginkan, tapi jangan bicara soal berkas”. Omer tetap berjalan mencari yang dia maksud, “kau tau, aku cuma ingin lihat saja”. Arda tak mau kalah, ia mengingatkan, “kau tau itu dilarang! Aku kan sudah tanya, mereka sudah bilang jauhkan berkas ini dari Omer. Omer aku mohon”. Omer tetap jalan. Arda memegang lengannya, “hei, kakak. Meskipun kau polisi, tapi korbannya adalah tunanganmu”. Omer menatap Arda, “aku mengerti, aku ambil sendiri berkasnya”, sambil melangkah meninggalkan Arda. Arda mengangkat kedua tangannya lebar, tapi kemudian mengikuti Omer.

Cinta Elif Kara Para Ask #1 67

Elif sudah di perusahaan ayahnya, ia bertanya pada Bahar, “apakah ada yang masuk ke ruangan ayah setelah malam itu?”. Bahar memberitau, “polisi melakukan penggeledahan, mereka mengambil komputer ayahmu, semuanya berantakan”. Elif ingin memastikan, “mereka menemukan sesuatu?”. Bahar menjawab, “tidak, maksudku, tidak ada yang memberitau apapun”. Elif menarik nafas, memegang kepalanya dengan gerakan seperti membenarkan rambut.

Bahar yang sudah jadi sahabatnya bertanya, “apa kau baik-baik saja? Bisakah kau istirahat sebentar?”. Elif terus melangkah dengan bergegas, “mana mungkin aku baik-baik saja Bahar”. Bahar mencari tau, “mau apa kau ke ruangannya, kau mau aku temani?”. Elif berhenti, menatap temannya itu, “aku hanya ingin sendirian, aku tidak bisa di rumah, orang tetap saj keluar dan masuk”. Bahar tersenyum tipis. Elif berpesan, “jangan biarkan ada yang masuk ya”, sambil melangkah ke dalam dan menutup pintu. Bahar di luar, menunjukkan wajah berfikir.

Di kantor polisi, Omer sudah membuka berkas yang dia cari, “sudah pasti mereka dihabisi dengan senjata yang sama”. Arda berjalan dibelakang Omer dengan gelisah. Omer melihat hasil foto di TKP, “ini adalah luka Sibel”. Arda memberikan pendapatnya, “kau bilang dia ditabrak sepeda motor dua hari sebelum kejadian”. Omer memberitau, “tapi ini luka yang baru, kau lihat dari warnanya?”, sambil menunjukkan foto ke Arda, “ia bagaikan di seret”. Omer membayangkan Sibel yang diseret oleh seseorang hingga mengenai batu-batu yang ada disitu, “kemudian baru dipindahkan ke mobil”.

Omer bangun dri duduknya, menggeser meja di depannya, menyuruh Arda memindahkan kursi. Arda bingung, “kau mau lakukan apa?”. Omer mengulangi lagi, sambil menarik kursi satunya, “tarik kursinya, ayo”, sehingga kursi jadi berdampingan. Arda semakin heran, “apa yang kau,,”. Omer malah menyuruhnya, “sekarang coba duduk. Sekarang kau adalah Sibel, Ahmet Denizer disini, stir mobil disini, dan aku si pembunuh”, sambil mengeluarkan pistolnya.

Cinta Elif Kara Para Ask #1 69

Arda mengingatkan Omer, “ayolah, jangan berlebihan”. Omer memindahkan pistol ke tangan kirinya, mengarahkan ke tangan kanannya yang seakan melihat ke arahnya, “dengar, wajah Ahmet Denizer tidak menghadap pada Sibel. Tapi di TKP ada darah Ahmet”, sambil pindah berdiri ke sebelah Arda, “dan juga kepala Sibel, pelurunya tembus sini, kemudian darahnya mengenai Sibel yang duduk disini”. *terbayang posisi Sibel*. Menatap Arda, “dimana darah Sibel?”.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Satu respons untuk “[Cinta Elif Sinopsis]: Pertemuan Pertama Elif-Omer,Terbunuhnya Orang Tercinta, Kenyataan Yang Membuat Terguncang #1

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.