[Cinta Elif Sinopsis]: Pertemuan Pertama Elif-Omer,Terbunuhnya Orang Tercinta, Kenyataan Yang Membuat Terguncang #1


Arda yang melihat ke layar bertanya pada anak buah yang menjadi operator, “mobil apa yang melintas”. Huseyin yang menjelaskan, “tidak, pria itu melintas pukul 2.17, kau bisa melihat mobilnya dari kejauhan, kami baru mau membaca plat nomernya, melihat orang yang ada di dalam mobil, lalu tiba-tiba gambarnya berhenti. Percuma kita punya kamera, hanya Tuhan yang bisa membantu kita”, kemudian duduk dengan lemas. Huseyin memberi perintah pada anak buahnya, “kirimkan ke analisis”. Omer meminta persetujuan Huseyin, “kakak, boleh aku melihatnya?”. Huseyin berfikir.

Cinta Elif Kara Para Ask #1 64

Sementara itu, Elif sedang membuka-buka laci di ruang kerja ayahnya. Mengambil kunci, membuka laci satunya, mengeluarkan kotak ukiran buatan ayahnya yang ada dilaci itu. Elif membuka kotak itu, terbayang kenangan saat ayahnya menunjukkan kotak itu padanya dulu, “nak, kau lihat, nah itu dia, bagus tidak”. Elif tersenyum membayangkan hal itu. Elif belia memegang kotak yang ditunjukkan ayahnya, “iya”. Ayahnya langsung mencium jidatnya, “putriku yang cantik”.

Elif kemudian mencari sesuatu di laci, menggenggam alat yang ditemukannya erat, penuh harap, menaroh benda bulat yang berat itu dibagian yang besar, kotak kecil terbuka, tapi kosong. Elif mengguncang kotak tersebut, tak ada apa-apa. Ia memasukkan kembali kotak itu ke laci.

Di kantor polisi, Omer duduk di ujung meja, melihat kembali rekaman CCTV ditemani Arda. Omer mengangkat tangannya, “stop. Gambarnya sudah dirubah”. Arda heran, “bagaimana kau bisa tau”. Omer menjelaskan, “coba lihat, mobil Ahmet Denizer memang disitu”, sambil menyalakan saklar lampu, “dan rekamannya berjalan dengan lancar, ada yang menghapus sedikit disini, tapi kemudian dia bosan karena dia tidak melakukan rekaman dengan cara yang sama, kau mengerti?”. Arda membuka tangannya.

Cinta Elif Kara Para Ask #1 65

Omer melangkah ke whiteboard, “coba lihat, pukul 2.17 mobil Ahmet Denizer melewati titik ini, ada sekitar 33km dai titik ini sampai ke TKP, lalu, berapa menit yang dibutuhkan”. Arda memberitau, “dengan mobil sekitar 15 menit”. Omer menulis lagi, “berarti sekitar 2.30 atau 2.32. Pembunuhan terjadi antara pukul 3 dan 3.30”. Arda nyahut, “itu kata forensik”. Omer mengambil salah satu, “anggap saja pukul 3.30. Ada yang hilang satu jam. Apa yang mereka lakukan dalam waktu itu, atau ada acara lain”.

Arda berpendapat, “mereka bisa saja menghabiskan waktu di TKP”. Omer menatap Arda. Arda tak mau Omer salah paham, ia menjelaskan maksudnya, “kau tau, untuk melihat pemandangan atau sesuatu, entahlah kau tidak tau. Aku hanya berusaha menganalisa Omer”. Omer mengerti keresahan temannya, “kita lihat saja”, sambil menulis tanda tanya di whiteboard, “ini baru asumsi”.

Elif masih membongkar-bongkar laci, ia sudah berpindah ke ruang tidur, pindah ke meja rias, membuka lacinya, melihat kolong tempat tidur. Melihat kemungkinan lain, bergegas ke meja yang ada lacinya, membukanya, menutupnya, berfikir.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Satu respons untuk “[Cinta Elif Sinopsis]: Pertemuan Pertama Elif-Omer,Terbunuhnya Orang Tercinta, Kenyataan Yang Membuat Terguncang #1

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.