[Cinta Elif Sinopsis]: Pertemuan Pertama Elif-Omer,Terbunuhnya Orang Tercinta, Kenyataan Yang Membuat Terguncang #1


Terdengar suara Zerrin di luar ruangan, “Elif!”. Elif menarik nafas, menatap lelaki di depannya. Si lelaki bangkit, tapi masih sempat mengancam, “aku serius”. Elif mengusap wajahnya. Zerrin mendorong pintu, terkejut saat melihat lelaki berdiri di pintu, membelakangi, yang langsung menepi begitu melihat ibunya Elif.

Lelaki yang mengancam Elif pura-pura merapikan jasnya. Elif membelakangi pintu, mengusap wajahnya. Zerrin melangkah masuk, “ada apa ini!”. Lelaki yang mengancam, menghampiri, “Nyonya Denizer, aku turut berduka cita, semoga kau diberi kesabaran”. Zerrin mengangguk. Si lelaki kembali menoleh ke arah Elif, “Nona Denizer, sampai nanti”. Elif yang terkejut, mengangguk. Si lelaki kemudian mengucapkan pamit, “permisi nyonya”. Zerrin menatap dua lelaki yang meninggalkan ruangan dengan wajah berfikir.

Cinta Elif Kara Para Ask #1 60

Zerrin kemudian menatap Elif, “siapa mereka, kenapa yang satunya berdiri di pintu”. Elif mengambil gelas, “mereka teman ayah bu, mereka ingin menyampaikan turut berduka cita”, kemudian minum. Ibunya Elif membahas topik lain, “Elif, ibu dengar apa yang kau lakukan pada Nyonya Ceprye, meskipun kau benar, itu tidak baik. Kau harus menemani para tamu, jangan membuat situasi ibu menjadi lebih sulit lagi”. Elif menenangkan diri, “baiklah bu, nanti aku akan kesana”. Ibunya mengusap lengan Elif, kemudian melangkah mau keluar.

Elif kembali menuangka minuman ke gelasnya dengan tangan gemetar. Botol yang dipegangnya jatuh, pecah. Zerrin yang sudah mau sampai pintu, berbalik lagi dengan cemas, “Elif!”, berlari menghampiri, “kau baik-baik saja?”. Elif jongkok bermaksud memungut pecahan botol. Zerrin menarik tangannya, “lepaskan itu, sudah”.

Elif tak mau mencemaskan ibunya, “ibu istirahat saja”. Zerrin mengangguk, Elif tersenyum meyakinkan dia baik-baik saja. Zerrin meninggalkan Elif. Elif menenangkan dirinya.

Di kantor polisi. Omer sudah bertemu Arda lagi yang langsung menyambutnya, “Omer!”. Omer merespon, “ya, ada apa”. Arda memberitau sambil menaiki tangga, “rekaman CCTV sudah datang”. Omer memastikan, “ada yang sudah di edit?”. Arda menajawab, “belum, mereka bilang akan datang jadi aku menelfonmu, kami baru mendapatkannya lima menit yang lalu”.

Cinta Elif Kara Para Ask #1 62

Pelin muncul dari ujung lorong, “Arda, rekaman telpon sudah datang”. Omer merespon cepat, “apa hasilnya”. Pelin memberitau, “tidak ada. Sibel belum pernah menelpon pria itu dan begitu juga sebaliknya”. Wajah Omer jadi optomis dan semakin penasaran dengan apa yang menimpa tunangannya, “sudah ku duga. Kita lihat rekaman CCTVnya sekarang”, sambil bergegas menuju ruangan tempat rekaman CCTV. Arda menatap Omer, Pelin permisi, “aku kebawah dulu”.

Di dalam ruangan tempat melihat rekaman CCTV, Huseyin sudah duduk di dampingi polisi lain, ia berdiri dengan marah, “apa-apaan ini! Ulah siapa ini!”. Anak buah yang menemaninya menjawab, “kami tidak tau pak, ini hasil rekaman yang kami dapatkan, petugas bilang terkadang kameranya memang rusak”. Huseyin kesal, “ini percuma!”. Omer dan Arda muncul di pintu, “ada apa kak”. Huseyin memberitau, “rekamannya rusak, gambarnya lompat-lompat, hanya ada sepuluh menit, yang lainnya hilang”.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Satu respons untuk “[Cinta Elif Sinopsis]: Pertemuan Pertama Elif-Omer,Terbunuhnya Orang Tercinta, Kenyataan Yang Membuat Terguncang #1

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.