[Cinta Elif Sinopsis]: Pertemuan Pertama Elif-Omer,Terbunuhnya Orang Tercinta, Kenyataan Yang Membuat Terguncang #1


Elif masih meringkel di meja kerja ayahnya saat dua orang lelaki masuk dengan menggeser pintu kaca. Elif mengusap wajahnya. Seorang pria bersuara, “Nona Denizer?”. Elif bangkit, “ya”. Lelaki itu menghampiri, “aku turut berduka cita”. Elif merespon, “terima kasih”, sambil menghampiri lelaki yang di depannya, tersenyum, “ma’af aku tidak mengenalmu”. Lelaki itu menatap Elif dengan dingin, “dimana berliannya”. Elif kaget, “aku tidak mengerti”. Lelaki itu tak percaya, “kau mengerti, dimana berliannya”.

Elif agak bersuara keras, “Tuan, kau!”. Lelaki itu spontan membekap mulut Elif, “diam! Diam kau gak, duduk disini! Diam!”, sambil memperlihatkan senjata dipinggangnya. Elif yang tadinya meronta jadi terdiam. Kemudian si lelaki melepaskan tangannya dari mulut Elif, ia duduk di meja bulat kecil di depan kursi ia memaksa Elif duduk. Elif menegakkan duduknya dengan nafas masih tersengal. Si lelaki yang kaget dengan tindakan Elif juga mengatur nafas, menatap mengancam Elif, “duduk disana, ayahmu mencuri berlian dari kami, aku ingin berlian itu kembali”.

Elif tak paham apa yang disampaikan lelaki di depannya, “mencuri apa, apa kau sadar apa yang kau katakan”. Si lelaki melotot, “berlian senilai 110 juta! Berlian kami, kami sudah membayarnya, tapi ayahmu tidak memberikan berliannya. Karena kau ahli warisnya, maka kau harus mengembalikan”. Elif menjelaskan, “aku tidak tau siapa kau dan apa urusannya dengan ayahku, tapi aku tidak tau apapun soal berlian”.

Cinta Elif Kara Para Ask #1 59

Si lelaki tak percaya, ia menarik paha Elif dengan marah, “Nona Denizer, kau memang tidak mengenal kami, tapi kami sangat mengenalmu, coba lihat disatu sisi yang mengenal dirimu, bukankah kau juga ahli perhiasan, setiap hari berapa berlian masuk ke tokomu”. Elif menjauhkan lututnya dari tangan lelaki yang sedang mengancamnya, “aku tidak tau apapun soal berlian”. Si lelaki mengatupkan gerahamnya, “Nona Denizer, bukankah ayahmu mempercayakan bisnisnya padamu, hah. Pikirkan baik-baik, mungkin kau tau dimana berlian kami berada”.

Elif menahan tangis, “dengar, berlian yang kau bicarakan itu bernilai ratusan juta, jika ayah bicara aku pasti tau. Tapi ini aku tidak tau”. Si lelaki itu berfikir, kemudian menjambak rambut Elif. Elif menahan sakit. Si lelaki mengancam, “kini terserahmu, temukan berlian itu, atau keluargamu akan menderita!”, sambil melepaskan jambakannya, ELif merespon dengan takut, “tidak”, sambil menangis. Si lelaki mengingatkan, “kau mengerti!”. Elif bersuara, “aku akan tanya pada Taner. Dia selalu di kantor, ia mungkin tau soal berlian itu”.

Si lelaki mengangkat telunjuknya, “ssstt, kau tidak boleh memberitaukan siapapun mengenai ini, okey. Kau cari tau dimana berlian itu tanpa memberitau siapapun tentang aku. Disitu nasib kalian semua, kau mengerti!”. Elif mengangguk dengan takut. Si lelaki mendekatkan wajahnya ke wajah Elif yang menangis, “kau bahkan tidak boleh memberitau ibumu”. Elif yang menangis kembali mengangguk.

Elif ternyata memang mandiri, dia masih bisa berfikir dalam tangis, keterkejutannya, “jika aku menemukannya, kemana aku harus membawanya”. Si lelaki tersenyum, “itu mudah, pertama kau simpan saja dulu, lalu kami akan mendatangimu”, sambil menyibakkan rambut Elif yang ketakutan.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Satu respons untuk “[Cinta Elif Sinopsis]: Pertemuan Pertama Elif-Omer,Terbunuhnya Orang Tercinta, Kenyataan Yang Membuat Terguncang #1

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.