[Cinta Elif Sinopsis]: Pertemuan Pertama Elif-Omer,Terbunuhnya Orang Tercinta, Kenyataan Yang Membuat Terguncang #1


Cinta Elif Kara Para Ask #1 51

Orang-orang sudah berdatangan ke rumah orang tua Sibel. Omer juga sudah sampai, tapi dia menghentikan langkahnya tak jauh dari pintu rumah, berdiri tertegun. Ibunya yang juga sudah sampai bersama Hasan di belakangnya, mendekat, memperhatikan Omer. Omer menarik nafas, di pojok pintu ada sepatu Sibel. Mata Omer berkaca-kaca. Ibunya memperhatikan kesedihan Omer dari samping, mengusap punggung Omer, “ayo nak”. Omer menatap ibunya, kemudian melanjutkan langkah dengan kepala tertunduk. Ibunya mengikuti.

Wanita yang sedang melayani tamu memberitau, “wanita dilantai atas, pria dilantai bawah”. Huseyin, Hasan dan Omer masuk dan menuju ruang doa di lantai bawah. Sedang ibunya menuju lantai atas. Omer masuk, di ruangan ada yang mengaji, ia melangkah ke dekat ayah Sibel, mencium tangan lelaki yang duduk diatas kursi roda itu, yang mengucapkan terima kasih atas kedatangannya. Omer mengambil duduk di kursi dekat ayah Sibel, pria yang sudah lebih dulu duduk menepuk pahanya, “turut berduka cita”. Omer mendengarkan orang yang mengaji.

Orang-orang menatap ke arahnya, yang ngaji selesai, kemudian memimpin untuk membaca Alfatihah, semua yang hadir mengangkat tangan, berkomat kamit, masih ada saja yang melirik Omer. Omer balas menatap, si lelaki serius dengan doanya. Doa selesai. Orang-orang menghampiri ayah Sibel, “turut berduka cita”, yang direspon dengan ucapan, “terima kasih, terima kasih”. Ayah Sibel bicara pada calon menantunya yang belum kesampaian, “Omer, berjanjilah padaku, kau akan temukan orang yang membuat kita menderita”. Omer tanpa mengangkat wajahnya, menjawab, “aku berjanji akan menemukannya”. Ayah Sibel memegang paha Omer.

Seorang wanita masuk membawa nampan berisi makanan, menyodorkan berkeliling. Hasan langsung mengambilnya, satu dengan tangan kanan, satu tangan kiri, kemudian tangan kanannya mengambil satu lagi dengan cepat saat wanita itu beranjak. Huseyin yang melihat tingkah anak lelakinya itu langsung mendelik. Hasan, bocah itu menatap tanpa merasa bersalah, memasukkan makanan ke mulutnya.

Cinta Elif Kara Para Ask #1 52

Bahar sedang mengatur semuanya di rumah Elif, “dengar ya, semuanya harus sempurna, Nyonya Denizer benci keterlambatan”. Dua pekerja yang diberi tau mengerti, “baiklah”. Bahar memberitau pekerja lain, “kau, jangan sampai ada gelas yang kosong”. Si pekerja pun mengerti, “baik nona”. Bahar terus memasuki ruangan, ia mendekati Elif yang sedang bicara dengan tamu, “permisi, kami membutuhkanmu, ayo”, sambil memegang lengan Elif”. Bahar berbisik saat berjalan disebelah Elif, “aku akan menyelamatkanmu, apa ibumu akan turun?”. Elif menjawab, “tidak, kau taukan, dia tidak akan kuat bicara dengan orang lain, dia tidak tau harus diam atau marah karena ayah”.

Seorang lelaki muncul di pintu, Elif berhenti, “paman Tayyar”, sambil memeluk lelaki yang dianggapnya paman itu. Tayyar menepuk punggung Elif, “tabahkan hatimu nak, kuatkanlah dirimu”. Elif mengucapkan, “terima kasih”, melepaskan pelukannya, “bagaimana kabarmu”. Tayyar menunjukkan wajah ikut berduka, “baik, aku baik. Aku belum dapat memberanikan diri usai pemakamannya, dia lebih dari sekedar kakak, aku seperti kehilangan patrol hidupku, bagaimana aku bisa bahagia, hatiku sangat terluka”. Elif kembali memeluk rekan bisnis ayahnya itu. Mereka larut dalam perasaan masing-masing.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Satu respons untuk “[Cinta Elif Sinopsis]: Pertemuan Pertama Elif-Omer,Terbunuhnya Orang Tercinta, Kenyataan Yang Membuat Terguncang #1

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.