[Cinta Elif Sinopsis]: Pertemuan Pertama Elif-Omer,Terbunuhnya Orang Tercinta, Kenyataan Yang Membuat Terguncang #1


Cinta Elif Kara Para Ask #1 03

Omer kembali ke pertanyaannya pertama, “dimana anak-anak itu!”. Si lelaki tetap keukeuh, “aku sudah bilang, aku tidak melihat anak-anak!”. Omer yang terus menatap si lelaki memberitau penilaiannya, “lalu kenapa kau ketakutan”. Si lelaki neglesh, “aku tidak takut”. Omer kesal menepuk kedua bahu si lelaki itu dengan agak keras, “diam disini!”.

Omer kemudian mengidarkan pandangannya ke ruangan tersebut, melangkah beberapa langkah. Si lelaki yang sedang di suruh diam, tanpa sadar matanya melihat ke lantai bawah dengan wajah tegang. Insting Omer sebagai polisi langsung curiga, ia kembali menatap mata si lelaki. Terdengar suara rekan Omer, “disini kosong!”. Omer mendekatkan wajahnya ke wajah lelaki di depannya yang sangat cemas, “lihat apa kau”. Si lelaki memberi respon, “tidak ada”. Omer bersuara pada rekannya, “sini, awasi dia!”.

Mata Omer melihat ke arah lantai, tiba-tiba ia merasa ada yang aneh dengan lantai yang diinjaknya, yang ditutupi karpet, ada bekas tanahnya, ditambah lagi di sofa panjang warna merah yang ada di ruangan itu ada bantal dan kain, seperti habis dipakai, belum lagi lantai disebalah sofa menggunakan keramik. Di lantai keramik itu ada jejak sepatu. Omer kemudian membalikkan sofa merah itu. Lelaki yang mengaku supir truk jadi melongo.

Omer kemudian menarik karpet yang menutupi lantai, lantai kayu itu mempunyai slot kunci, Omer menariknya, ia terkejut melihat anak-anak yang mulutnya semua ditutup kain. Omer kemudian membalikkan badan, menatap lelaki yang sudah bohong sebelumnya, si lelaki semakin pucat, tamatlah nasibnya. Omer kemudian menatap anak-anak yang juga mendongak menatapnya. Omer memperhatikan wajah anak-anak yang sudah dekil, menandakan mereka di sekap disitu sudah beberapa waktu. Omer tersenyum pada mereka, memberikan rasa aman. Omer dan timnya kemudian mengevakuasi anak-anak tersebut.

Cinta Elif Kara Para Ask #1 06

Selanjutnya, di kantornya, Omer dan timnya sudah berdiri di depan, lampu blitz kam kamera tak henti-hentinya menyorot wajahnya. Pimpinannya sedang memberikan sambutan, “kita berhasil menangkap kriminal yang sudah kita kejar berbulan-bulan lamanya. Saya ingin berterima kasih kepada Omer Demir dan timnya, dari departemen penyelundupan dan kejahatan terorganisir, yang telah berhasil mengembalikan anak-anak kepada kita dengan selamat. Tekad bulat Inspektur Omer perlu menjadi panutan bagi seluruh kepolisian”. Hadirin bertepuk tangan. Omer berdiri dengan sikap canggung sambil membenarkan dasinya.

Si kepala kepolisian masih bicara, “dengan rasa bangga, saya ingin mempersembahkan, piagam penghargaan ini atas nama departemen kepolisian, selain itu, saya juga ingin menghadiahkan kepadanya satu bulan liburan, dengan gaji kepada inspektur ku ini”. Salah satu polisi mengambil piagam yang sudah disiapkan, menyerahkan ke tangan kepala polisi Van. Si kepala polisi berkata dengan penuh semangat, “dan ini dia penghargaannya, dia pantas mendapatkannya”, sambil menyalami Omer. Anak-anak yang sudah dipangku masing-masing, yang ada dibangku penonton, berterpuk tangan dengan semangat.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Satu respons untuk “[Cinta Elif Sinopsis]: Pertemuan Pertama Elif-Omer,Terbunuhnya Orang Tercinta, Kenyataan Yang Membuat Terguncang #1

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.