[Cinta Elif Sinopsis]: Pertemuan Pertama Elif-Omer,Terbunuhnya Orang Tercinta, Kenyataan Yang Membuat Terguncang #1


Huseyin menatap Omer, mengangguk, “baiklah, ok”, kemudian memegang kedua lengan Omer, “aku rela mati untukmu, apa aku menyakiti hatimu”. Omer menatap Huseyin, “kakak, kau sangat berarti bagiku, kau hanya ingin yang terbaik untukku aku tau. Tapi percayalah juga padaku, aku percaya pada Sibel”. Huseyin mengguncang bahu Omer, “baiklah jika kau bilang begitu, aku juga akan mempercayainya”. Omer menahan perasaannya, “aku akan pergi kesana”, kemudian meninggalkan halaman rumah. Huseyin menatap ke arah rumah.

Di dalam rumah, ibu Omer dan Huseyin sudah berdiri dekat pintu, mengahdap ke dalam, “cepat sayang, kita akan terlambat, cepat turunkan anakmu!”. Melike memasangkan jaket anak lelakinya sambil berjalan, “iya, iya”. Anaknya menarik tangannya, “ini”. Melike mendorong anak lelakinya ke arah ibu mertuanya yang menunggu dekat rak, “cepat pakai sepatumu”. Anaknya mengaduh.

Melike mengambil sal dan baju hangat yang tergantung dekat pintu, “ibu, aku benar-benar merasa tidak enak, lebih baik Sibel tewas dijalanan daripada dalam pelukan pria berusia 60 tahun! Dan kita harus pergi untuk melayat”. Ibu mertuanya merespon, “kalau begitu jangan pergi kalau kau tidak mau, doamu tidak akan diterima”. Melike menjelaskan maksudnya, “jangan begitu bu, dia mempermalukan Omer! Tapi lihat saja nanti, Huseyin akan mengetahui semuanya dan cerita tentang gadis itu akan terungkap, ternyata dia hanyalah wanita jalanan”.

Cinta Elif Kara Para Ask #1 49

Ibunya Omer membuka pintu rumah, malas mendengar menantunya yang selalu berprasangka, “jangan menghujat orang yang sudah meninggal”. Melike berkacak pinggang melihat respon ibu mertuanya, menarik nafas, menghembuskannya berat, kesal. Ia melampiaskan pada anak lelakinya yang masih jongkok memasang sepatu, “Hasan! Kenapa kau ada disitu, hah. Cepat kejar nenekmu sana!”. Hasan pun keluar. Melike mengambil sepatunya sendiri, berteriak memanggil anak gadisnya, “Memed! Ayo Cepat!”.

Anak gadis Melike muncul, “iya bu!”, sambil memasang jaketnya. Melike memperhatikan wajah anak gadisnya yang menggunakan riasan lengkap, “Memed, kau apakan wajahmu itu!”. Memed menatap heran ibunya, “memangnya kenapa?”. Ibunya memberitau dengan nada tinggi, “ini pemakaman, bukan pernikahan!”. Memed menjawab, “aku juga tidak mau datang!”. Melike kesal, “katakan itu pada ayahmu”. Memed nyahut, “ayah bilang tidak akan datang!”.

Melike memberitau, “dia ada di halaman, nenekmu memaksanya, mungkin mau mencium tangannya dan sekarang dia ada dihalaman, jelaskan itu padanya, bersihkan itu, cepat!”. Anak gadis Melike menghapus lipstik merah yang menempel di bibirnya. Melike tak sabar, “ayo Memed, cepat!”. Memed bertanya pada ibunya, “apa sudah hilang?”. Melike menjawab tetap dengan kesal, “ya, dan bersihkan juga pipimu, ayo!”. Memed merapikan rambutnya, “iya bu!”. Kemudian menghapus riasan pipinya. Melike melangkah keluar pintu.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Satu respons untuk “[Cinta Elif Sinopsis]: Pertemuan Pertama Elif-Omer,Terbunuhnya Orang Tercinta, Kenyataan Yang Membuat Terguncang #1

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.