[Cinta Elif Sinopsis]: Pertemuan Pertama Elif-Omer,Terbunuhnya Orang Tercinta, Kenyataan Yang Membuat Terguncang #1


Omer terus melirik ke dalam. Nyonya Fatma dan Khadijeh yang mau tak mau juga mendengar ucapan Elif yang bernada menuduh, jadi menatap Omer. Terdengar suara Arda, “nona, sekali lagi ini bukan masalah kepuasan, aku disini sedang mencari informasi, kami ingin menyelesaikan kasus ini secepatnya”. Omer mengajak Nyonya Fatma jalan, “ayo bu, teruslah”. Ibu dan adik Sibel terus melangkah keluar. Omer kemudian berbalik menuju ruangan dimana suara Arda tak kalah tingginya, “kami butuh informasi sebanyak-banyaknya nona, jadi aku akan tanya padamu sekali lagi”.

Omer muncul di pintu, melangkah masuk, “hati-hati kalau kau bicara ya, jangan bicara seperti itu soal tunanganku”. Arda bangkit dari duduknya. Elif yang duduk tidak ingin ribut, “aku mohon tenanglah dulu, aku hanya ingin”. Omer berteriak dengan marah, “kau memfitnahnya dan kau meminta aku tenang!”. Elif bangun dari duduknya, “fitnah apa!”. Arda mencoba menarik tangan Omer yang langsung dikibaskan, “lepaskan”. Omer tetap meradang, “fitnah atau bukan, tapi Sibel bukan gadis semacam itu! Tidak ada yang boleh bicara seperti itu tentangnya!”.

Cinta Elif Kara Para Ask #1 44

Elif menjawab dengan marah juga, “kalau aku bicara seperti itu kau mau apa, hah!”. Omer makin meradang, “aku mau apa? Apa katamu!”. Omer mengibaskan tangannya dari pegangan Arda, “lepaskan aku!”. Elif mendengus, “huh, tidak tau malu!”. Omer nyahut dengan marah, “tidak tau malu?”. Elif marah, “suruh dia pergi atau aku akan menuntut nanti!”. Arda menarik tangan Omer.

Tapi Omer malah menunjuk Elif dengan marah, “kau boleh memanggil siapapun yang kau mau, tapi cabut fitnahmu sekarang juga!”. Elif juga menjawab dengan marah, “aku tidak mau kau dikte soal pernyataan”. Arda menarik tubuh Omer. Omer tetap bicara, “jangan memfitnah orang hanya karena kau orang kaya!”. Elih nyahut, “aku tidak peduli!”. Arda mendorong tubuh Omer ke pintu, Omer berteriak, “lepaskan aku!”. Arda mendorong Omer keluar, “Omer, sudah cukup”. Omer berteriak, “cabut dulu fitnahmu”. Elif balas berteriak, “aku tidak mau lagi bicara denganmu!”.

Arda menutup pintu kembali setelah berhasil membuat Omer keluar. Elif menekan kepalanya dengan dua tangannya. Omer muncul lagi, Arda kaget, Omer langsung bicara pada Elif, “ku beritau padamu, akan ku buktikan padamu dan juga keluargamu, tunanganku bukan wanita simpanan dari ayahmu”. Elif terpana. Omer membalikkan badan, memukul pintu, melangkah keluar. Arda kembali menutup pintu. Elif bertanya, “apa pria itu tidak waras! Memangnya ayahku yang pelakunya!”.

Arda mengusap kepalanya. Elif berkata padanya dengan marah, “kau tidak adil disini! Kau harusnya dituntut, kau sudah membuatku marah dan mengatakan hal-hal yang buruk! Tapi saat keluarganya datang, malah kau diam saja”. Arda mencoba menjelaskan, “tapi nona, aku,,”. Elif langsung memotong, “kami yang jadi korban malah kau tekan habis-habisan. Andai aku datang bersama pengacarku. Kalau sudah selesai, aku mau pergi!”. Arda mengangguk lesu. Elif melangkah keluar dengan tergesa. Pertemuan pertama Elif Omer yang penuh emosi.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Satu respons untuk “[Cinta Elif Sinopsis]: Pertemuan Pertama Elif-Omer,Terbunuhnya Orang Tercinta, Kenyataan Yang Membuat Terguncang #1

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.