[Cinta Elif Sinopsis]: Pertemuan Pertama Elif-Omer,Terbunuhnya Orang Tercinta, Kenyataan Yang Membuat Terguncang #1


Omer kemudian memberitau, “ada orang lain yang juga tewas bersama Sibel dalam mobil ini”, sambil menatap Nyonya Fatma. Omer menunjukkan foto Ahmet Denizer, “Ahmet Denizer, apa Sibel mengenal pria ini”. Nyonya Fatma menangis memejamkan mata. Omer bertanya lagi, “apa ibu mengenalnya”. Nyonya Fatma menggeleng, “sama sekali tidak, ini pertama kali aku melihatnya”.

Seorang anak buah Arda muncul, mengetuk pintu sebagai tanda kedatangannya. Arda menatapnya, si polisi berkata, “sebentar”. Arda mengerti, “Omer, aku ke ruang sebelah dulu”, kemudian mengangguk ke ibu dan adik Sibel. Omer masih menunjukkan foto ditangannya. Nyonya Fatma balik bertanya, “kenapa pria itu bersama Sibel?”. Omer menjawab, “kami tidak tau”. Nyonya Fatma kembali menangis. Omer kemudian menatap foto yang dipegangnya, “kami bahkan tidak tau kalau mereka berdua saling mengenal”, sambil menggelengkan kepalanya.

Cinta Elif Kara Para Ask #1 42

Di ruang sebelah, Arda sudah duduk di depan meja, menghadapi Elif yang sedang memberikan keterangan, ‘dia pergi semalam, tepatnya tengah malam. Bagiku hal biasa kalau dia pergi ke kantor saat malam”. Arda bertanya, “apa ada ancaman”. Elif menjawab pasti, “tidak”, kemudian meralatnya, “maksudku, aku rasa tidak. Ayahku berasal dari keluarga miskin, jadi dia sangat baik pada semua orang, bahkan para pegawainya juga memanggilnya ayah, semua sangat menyukainya”, sambil menahan tangis.

Sibel kemudian mengusap air matanya, “ma’af. Percayalah, aku tidak tau, bagaimana seorang pria, yang begitu sayang keluarganya dan bisnisnya bisa mempunyai musuh”. Arda mengangguk, mengajukan pertanyaan lagi, “wanita yang bersama ayahmu, Sibel Andac, apa kau mengenalnya?”, sambil menunjukkan foto Sibel. Elif menatap foto yang dipegang Arda, kemudian menatap Arda, menatap foto itu lagi, “tidak”.

Arda mengajukan pertanyaan dalam versi lain, “menurutmu, siapa dia, maksudku, kira-kira ada hubungan apa gadis ini dengan ayahmu”. Elif menggeleng, “aku tidak tau”. Arda mencoba lagi, “pikirkanlah, apa dia pernah bercerita tentang perkenalannya, apa ibumu pernah merasa curiga, akan sesuatu, misalnya masalah percintaannya, atau apakah ayahmu pernah berselingkuh?”.

Elif jadi emosi mendengar hal jelek tentang ayahnya, “jadi, kau sangat yakin bahwa gadis ini dan ayahku mereka berselingkuh?! Ini bukan, soal perzinaan, tapi soal pembunuhan ini, kau seharusnya tidak mencari tau kenapa mereka bersama, tapi kau harus mencari tau kenapa mereka sampai di eksekusi!”. Arda menjelaskan maksudnya, “tidak nona, jika kita bisa mengetahui hubungan diantara mereka, mungkin kita bisa kita tau motif dibalik pembunuhan ini”.

Cinta Elif Kara Para Ask #1 45

Elif mengusap kepalanya, wajahnya kaku. Arda mencoba membujuk Elif agar bicara, “aku mohon, pikirkanlah, menurutmu apa kaitan antara Ahmet Denizer dengan Sibel Andac, mungkin mereka sepasang kekasih?”. Elif gusar, “aku tidak tau itu! Dan aku tidak peduli, ayahku pria baik-baik dia sayang dengan keluarganya”.

Omer keluar ruangan mendampingi ibu dan adik Sibel, menoleh saat Elif memberikan keterangan dengan nada tinggi, “jika memang ada hubungan pasti Sibel yang memulainya! Dia bersama ayahku karena uangnya, apa pertanyaanmu sudah terjawab sekarang, apa kau sudah puas?”.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Satu respons untuk “[Cinta Elif Sinopsis]: Pertemuan Pertama Elif-Omer,Terbunuhnya Orang Tercinta, Kenyataan Yang Membuat Terguncang #1

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.