[Cinta Elif Sinopsis]: Pertemuan Pertama Elif-Omer,Terbunuhnya Orang Tercinta, Kenyataan Yang Membuat Terguncang #1


Cinta Elif Kara Para Ask #1 38

Elif melihat ibunya yang sangat terpukul, ia kemudian melepaskan pelukan pada Nilufer, menghampiri ibunya yang tergugu, memeluknya, “ibu”. Mereka menangis. Polisi menghampiri, “kami tidak ingin mengganggu disaat duka seperti ini, tapi kau juga harus ikut ke kantor polisi, ada pertanyaan yang harus dijawab”. Taner, walau mantu, tapi dia laki-laki dalam keluarga itu, mendengarkan.

Zerrin langsung memberikan jawaban, “aku tidak bisa ikut, suamiku selama empat puluh tahun hidup bersama gadis separaoh usianya, apa yang bisa ku katakan”, sambil menangis dan memegang keningnya, “kepalaku rasanya sakit sekali”. Elif menenangkan diri, “biar aku saja”, kemudian mengambil tasnya.

Di kantor polisi, Omer yang baru sampai tertegun melihat ibu dan adiknya Sibel sedang menangis berangkulan. Omer mengusap wajah kuyunya, kemudian menunjukkan semangat, pelan-pelan melangkah mendekat.

Sementara mobil yang membawa Elif ke kantor polisi juga sudah sampai. Di halaman kantor banyak wartawan yang sudah menunggu, Elif mengernyitkan wajahnya, kemudian bertanya pada polisi Ali yang menjemputnya, “apa ada jalan lain?”. Ali menjawab, “ada pintu belakang, tapi ada pembangunan, jadi tidak bisa dipakai. Silahkan”. Elif yang duduk dibangku belakang memasang kaca mata hitam, kemudian turun.

Begitu melihat Elif, wartawan langsung mengerubuninya, “nona Denizer, apa ayah anda punya musuh,,,,,,”. Elif terus melangkah di kawal polisi Ali. Semua pertanyaan wartawan itu terdengar seperti degungan di telinga Elif. Wartawan terus memanggil, “nona, tunggu dulu, nona”. Elif terus melangkah dengan wajah menahan kesedihan.

Cinta Elif Kara Para Ask #1 40

Ibu dan adiknya Sibel sudah dalam ruangan Arda dan duduk di bangku, berdampingan. Nyonya Fatma meminum segelas air putih untuk menenangkan dirinya. Omer yang berdiri dekat mereka bertanya, “sudah baikan bu?”. Nyonya Fatma mengangguk. Omer melanjutkan, “jika ibu sudah merasa tenang, petugas disini akan menanyakan sesuatu kepada ibu, jawablah sebenarnya supaya pelakunya segera ditemukan”. Nyonya Fatma kembali mengangguk. Omer melihat ke Arda yang langsung mengambil berkas.

Arda mendekat, “Nyonya Fatma, kami turut prihatin atas musibah ini, tapi ada beberapa hal yang harus aku tanyakan”, sambil duduk di kursi bagian ujung meja, Omer duduk di kursi depan Nyonya Fatma. Arda memulai pertanyaannya, “Omer mengantar Sibel pada pukul sepuluh malam, apakah dia pergi meninggalkan rumah?”. Nyonya Fatma menjawab sambil menangis, “dia tidak pergi, sekitar pukul sebelas, anakku bilang dia mengantuk dan masuk ke kamar, setelah itu aku juga pergi tidur, aku tidak dengar bunyi apapun”.

Omer mencoba menenangkan ibunya Sibel agar mau memberi informasi yang benar, “sekecil apapun yang bisa ibu ingat akan bisa menemukannya”. Nyonya Fatma meyakinkan, “tidak ada anakku”. Omer beralih menatap adiknya Sibel, “kau ingat sesuatu adikku”. Khadijeh menggeleng, kemudian menundukkan kepala dan menangis. Nyonya Fatma menambah penjelasannya, “karena dia akan ujian, aku minta dia tidur lebih cepat. Kau tidur setengah sebelas malam kan?”. Khadijeh mengangguk.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Satu respons untuk “[Cinta Elif Sinopsis]: Pertemuan Pertama Elif-Omer,Terbunuhnya Orang Tercinta, Kenyataan Yang Membuat Terguncang #1

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.