[Cinta Elif Sinopsis]: Pertemuan Pertama Elif-Omer,Terbunuhnya Orang Tercinta, Kenyataan Yang Membuat Terguncang #1


Cinta Elif Kara Para Ask #1 35

Di lorong rumah sakit, Elif dan ibunya sampai ke tempat saudaranya menunggu. Elif bertanya, “kau melihatnya?”. Nilufer bangkit, memeluk Elif, “kami baru datang”. Polisi bertanya, “kalian ingin mengenalinya”. Ibunya Elif terpana, menatap semua anak dan mantunya, kemudian menatap Asli yang masih terduduk dan shok. Zerrin menanagis, “aku tidak sanggup melihat Ahmet seperti ini”, kemudian duduk di dekat Asli yang langsung disabarkannya. Elif juga menyabarkan Nilufer dengan mengusap rambut adiknya itu.

Taner, setelah menenangkan Zerrin, akhirnya bicara, “aku menantunya biar aku yang masuk”. Elif akhirnya mengambil keputusan, “aku saja yang masuk”, sambil mengangguk pada Taner. Polisi setuju, “silahkan Nona, Sherif itu akan mengantarmu sambil menunjuk rekannya yang sudah berdiri di depan pintu. Elif mendekat, polisi yang menunggu membukakan pintu. Elif memasuki lorong yang terasa dingin, ia memeluk kedua tangannya di depan dada.

Dari arah depan, Omer sudah keluar dari kamar jenazah setelah memastikan Sibel, ia juga melangkah dilorong. Omer mengusap wajahnya yang masih ada sisa air mata kesedihan. Omer dan Elif berpapasan, keduanya sama-sama dalam kesedihan. Elif menuju baru menuju kamar jenazah, Omer sudah meninggalkan kamar jenazah.

Cinta Elif Kara Para Ask #1 37

Polisi membukakan pintu, “silahkan nona, sebelah sini”, menunjuk jenazah yang lebih dekat pintu. Elif melangkah masuk, berdiri di samping dekat bagian kepala, polisi menyingkap kain penutup wajah, Elif terkejut, “haa”. Polisi bertanya, “apa kau kenal dia Ahmet Denizer?”. Elif justru menangis, “ayah, ayah”, sambil mengusap pipi ayahnya yang terbujur kaku, “kenapa kau meninggalkan kami”. Polisi memastikan, “ma’af nona, benarkah dia ayahmu, Ahmet Denizer?”. Elif menjawab dalam tangis, “iya”. Polisi mengucapkan, “aku ikut prihatin”, sambil beranjak.

Elif masih menangis mengusap wajah ayahnya, “ayahku Ahmet Denizer, ayahku, ayahku Ahmet Denizer, ayah”. Polisi duduk di meja kecil mengisi data. Elif bertanya, “apa mereka menembaknya? Apa dia menderita atau langsung meninggal?”. Polisi mendekat, “nona ma’af, kau harus pergi”, sambil berniat menutup jenazah kembali. Elif melarang, “tidak, jangan, aku mohon, aku ingin bersama ayahku”. Polisi menjelaskan, “aku turut prihatin, tapi polisi perlu penyelidikan, kau harus tau kondisinya, ma’afkan aku, kau tidak boleh menyentuhnya, sebelum di autopsi, kau tidak boleh ya”, sambil menutup jenazah.

Elif kemudian memeluk jenazah ayahnya yang sudah di tutup kembali, “hawa disini dingin sekali, ayahku akan kedinginan, hiks, hiks, ayah, ayah”. Polisi dengan sabar menunggu Elif.

Tak berapa lama, Elif sudah muncul di pintu tempat ibu, saudara perempuan dan iparnya menunggu. Elif masih menangis. Keluarga tau, kalau jasad itu benar Ahmet Denizer. Zerrin menatap Elif yang masih menangis dengan menutup wajahnya. Asli, Nilufer, menangis. Zerrin memastikan, “dia ayahmu?”. Elif mengangguk dalam tangisnya, “iya”. Zerrin langsung terduduk menangis. Asli menangis sambil memeluk suaminya. Nilufer menangis dengan memeluk Elif. Polisi yang sebelumnya memberi kabar hanya berdiri memperhatikan keluarga yang sedang berkabung itu.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Satu respons untuk “[Cinta Elif Sinopsis]: Pertemuan Pertama Elif-Omer,Terbunuhnya Orang Tercinta, Kenyataan Yang Membuat Terguncang #1

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.