[Cinta Elif Sinopsis]: Pertemuan Pertama Elif-Omer,Terbunuhnya Orang Tercinta, Kenyataan Yang Membuat Terguncang #1


Huseyin bertanya lagi, “kenapa Omer ada disini, kau mengajaknya”. Arda mengangguk. Huseyin marah, “kau ini, apa ini tempat tugasnya? Kenapa bisa kau membawanya kesini, kau dalam masalah besar!”, sambil mengacungkan telunjuk. Arda hanya mendengar sambil menelan ludah. Huseyin kembali ke dekat Omer, “ayo kita pulang”. Omer hanya menatap kosong. Huseyin menyentuh tangan adiknya, “Omer, ayo kita pulang”. Omer masih menatapnya kosong. Huseyin menunjukkan wajah memohon, “Omer, ayolah”. Omer mengusap wajahnya, kemudian bangkit di ikuti Huseyin. Mereka meninggalkan tempat itu.

Cinta Elif Kara Para Ask #1 29

Pagi harinya, di perumahan mewah, Elif masih tidur nyenyak, alarm berbunyi. Elif menggeliat, membuka matanya, tersenyum, bangun, mematikan alarm, menoleh ke jendela dan tersenyum. Ia bangkit, menyibakkan horden jendela, tersenyum, tiba-tiba mata Elif melihat beberapa lelaki yang menaiki tangga rumah di halaman. Elif pun bergegas.

Tak berapa lama terdengar suara lelaki menyapa di pintu bawah, “selamat pagi nyonya”. Salah satu asisten rumah tangga menjawab, “pagi”. Si lelaki meneruskan, “ini rumah Ahmed Denizer?”. Asisten rumah membenarkan dan bertanya balik, “ada apa?”. Si lelaki menjelaskan, “bisa ketemu dengan Zerrin Denizer?”. Si asisten menjawab, “tentu saja, ada perlu apa?”. Elif yang menuruni tangga rumah bersuara, “Hurrya, ada apa?”. Si asisten menjelaskan, “nona Elif, mereka mencari Nyonya”.

Elif kemudian menghadapi tamu yang mencari ibunya, “selamat pagi, ada apa”. Lelaki itu menjawab, “apa kau putri Ahmed Denizer, aku Ali dari kepolisian”. Elif langsung menoleh ke asisten rumahnya, “Hurrya, kau sudah bangunkan ayah?”. Orang polisi meneruskan ucapannya, “nona Denizer”, terdiam sebentar, “aku turut berduka cita, ayahmu ditemukan tewas pagi ini”. Asisten rumah tangga terkejut, Elif juga terkejut, “aku tidak mengerti”. Polisi yang membawa kabar menundukkan pandangannya. Elif sekali lagi menoleh ke asistennya, kali ini dengan agak emosi, “Hurrya, aku bilang bangunkan ayah, suruh dia kesini!”. Si asisten memberitau, “tuan belum pulang nona”. Elif terpana, mencoba bersikap tegar. Elif kembali menoleh ke polisi yang membawa kabar kematian ayahnya..

Selanjutnya, Omer sudah sampai dikantor polisi bersama Huseyin. Arda sedang memberi instruksi pada salah satu anak buahnya, “aku minta kau cari tau siapa yang melaporkan, mungkin mereka melihat pelakunya, cepat kabari aku”. Anak buahnya menyanggupi, “baik”.

Cinta Elif Kara Para Ask #1 32

Omer masuk dan bertanya sambil jalan pada anak buah Arda, “tunggu sebentar, Tuan ada?”. Si anak buah juga memanggil Arda sambil terus melangkah, “Tuan!”. Omer sudah di depan Arda, “kau sudah tau pria itu?”. Arda mengangguk. Omer agak kaget, “sudah?”, Huseyin sampai disamping Omer. Arda memberitau, “Ahmed Denizer”. Omer heran, “siapa?”. Arda menjelaskan, “pebisnis besar, dia pemilik grup Denizer”. Mata Omer membesar, ia tak mengerti.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Satu respons untuk “[Cinta Elif Sinopsis]: Pertemuan Pertama Elif-Omer,Terbunuhnya Orang Tercinta, Kenyataan Yang Membuat Terguncang #1

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.