Ashoka: Raja Bindusara Galau Pada Chanakya, Ashoka Membodohi Khorasan Lagi


Tapi, tiba-tiba selendang wanita yang berlari itu terlepas, dan spontan membalikkan badannya hingga Khorasan melihat jelas wajahnya, Khorasan terbelalak melihat wanita itu. Ashoka mengawasi. Khorasan dan wanita yang sudah berhadap-hadapan dihalangi oleh orang yang membawa kasur. Begitu kasur yang menghalangi pandangan itu lewat, wanita dihadapan Khorasan sudah tidak ada, Khorasan terkejut.

Khorasan memperhatikan setiap sudut di pasar itu dengan matanya, wanita itu menghilang. Ashoka terus memperhatikan Khorasan dari tempatnya berdiri. Khorasan menghentikan langkahnya mencari wanita yang berpakaian mirip Dharma, ia bergumam, “itu bukan Dharma, lalau siapa wanita yang bicara dengan Ashoka tadi? Dia itu memberikan sesuatu padanya, apakah itu”.

Ashoka seperti tau yang dipikirkan Khorasan, ia mengambil kertas yang tadi diterimanya dari pinggang belakangnya, membaca kertas itu sebentar, menatap Khorasan yang sedang berdiri menyamping di depannya.

Ashoka kemudian membakar kertas yang dipegangnya dengan api dupa milik pedagang yang ada di dekatnya. Khorasan seperti punya spion, ia langsung menoleh ke belakang dan terkejut melihat Ashoka sudah membakar kertas yang sangat ingin diketahui isinya. Ashoka membuang kertas yang sudah terbakar itu, kemudian melangkah pergi.

Ashoka #155 12 episode

Khorasan langsung berlari ke tempat Ashoka membuang kertas tersebut, memadamkan api dengan menginjak pakai sepatunya, kemudian mengambil kertas tersebut. Ternyata tulisan di kertas itu belum terbakar, yang terbakar masih pinggir-pinggir kertas, Khorasan membaca tulisan yang tertulis itu, “pada hari kelahiran Krisna, dibelakang gua besar, dari sana, dua langkah ke depan”.

Khorasan melipat kertas yang didapatnya itu, “ini pasti pesan dari Dharma. Walaupun pencuri itu cerdik, pasti akan ada bukti yang akan ditinggalkannya, kertas ini akan membawaku pada Dharma, pada hari kelahiran Krisna akan menjadi hari kematian bagi putranya”, kemudian bergegas pergi.

Ashoka kembali ke tempat Khorasan tadi memungut kertas terbakar yang dijatuhkannya. Ashoka bergumam, “Mir Khorasan kau tidak tau, kau begitu senang melihat potongan kertas itu, padahal itu merupakan undanagn kematianmu. Gara-gara dirimu, ibuku sangat menderita, sekarang aku yang akan membuatmu menderita, aku akan memaksamu mengakui semua kebohonganmu, semua perbuatanmu! Dan setiap air mata ibuku harus kau lunasi dengan darahmu sendiri! Awal dari kehancuranmu sudah dimulai Mir Khorasan! Pada hari kelahiran Krisna si pendosa dan dosa itu sendiri akan berakhir, anak ini akan mempertemuan ayah dan ibunya yang sudah lama berpisah. Akan diadakan pesta dan kebenaran yang akan menang”, dengan wajah menahan geram.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.