Ashoka: Raja Bindusara Galau Pada Chanakya, Ashoka Membodohi Khorasan Lagi


Ashoka #155 11 episode

Posisi duduk Ashoka yang membelakangi Khorasan, semakin memperkuat kalau Ashoka tidak tau kalau dia sedang diawasi. Ashoka duduk menunggu dengan ekor matanya memperhatikan Khorasan lewat pantulan sebuah teko yang ada diatas meja di depannya. Pramusaji yang tadi menyuruh Ashoka menunggu, tiba-tiba berbisik dengan seorang pria lainnya, Khorasan mengawasi mereka berdua, kemudian melirik Ashoka. Ashoka menyungging senyum melihat pantulan teko di depannya, Khorasan terlihat semakin serius mengawasinya.

Rupanya si pramusaji yang diajak bicara Ashoka bicara tadi sedang bicara dengan mata-mata Chanakya, itu terlihat dengan tanda dibahu belakang yang dimiliki si lelaki, keduanya mata-mata Chanakya. Si lelaki kemudian mengantarkan minuman pada Ashoka. Khorasan mempertajam pengatamannya, Ashoka semakin memberi kesan dengan mengajak berbicara pria yang mengantarkannya minuman, seakan memberi pesan. Si lelaki mengangguk, kemudian mundur.

Ashoka meraih gelas kuningan yang ditaroh di meja, mengawasi pantulan Khorasan di teko, mengangkat minuman, memperhatikan pantulan Khorasan, pura-pura terkejut dengan minuman yang memang sengaja ditumpahkannya ke pakaiannya. Ashoka berdiri seperti orang kaget, kemudian merapikan pakaiannya yang kena tumpahan minuman, mengambil pedangnya dan kemudian melangkah keluar ruangan lewat pintu belakang. Khorasan yang mengawasi Ashoka, membathin, ‘berpura-pura ganti baju, aku bukanlah orang bodoh, aku juga tau kau mau bertemu seseorang’.

Ashoka berhenti di luar pintu belakang yang masih bisa dilihat dengan jelas dari tempat Khorasan yang duduk di dalam kedai. Ashoka memanggil seseorang dengan gerakan tangannya, seorang wanita berpakaian seperti Dharma muncul dihadapan Ashoka. Melihat hal itu, Khorasan langsung bangkit, tapi seorang lelaki yang terlihat sudah agak mabuk langsung menghadangnya, “kau mau kemana kawan, kau masih belum minuum, ayo, duduk dulu, minumlah bersamaku. Aku mengatakan yang bukan-bukan kemaren, kau jadi tersinggung, tapi aku sudah minta ma’afkan”. Mata Khorasan terus mengawasi Ashoka yang sedang bicara dengan seorang wanita, ia tak sabar melihat lelaki yang menghadangnya dan masih saja bicara, “baiklah, ku beri kau kesempatan juga, kau boleh maki-maki aku sesuka hatimu”.

Khorasan semakin ga sabar menghadapi lelaki yang menghadangnya saat matanya melihat dengan jelas Ashoka menerima gulungan kertas dari wanita yang sedang diajaknya berbicara. Melihat Ashoka sudah mengangguk pada wanita yang diajaknya bicara, Khorasan mendorong lelaki yang menghadang langkahnya kesamping hingga terjatuh dan mengaduh. Ashoka dan wanita yang diajaknya bicara sudah berpisah menuju arah yang berlawanan.

Ashoka #155 13 episode

Khorasan semakin yakin dengan apa yang dilihatnya barusan, ‘tidak salah lagi, itu pasti Dharma’. Khorasan mencabut belati dari pinggangnya, berlari ke arah wanita yang dikiranya Dharma, ia mengejar wanita yang berlari ke arah pasar itu.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.