Ashoka: Raja Bindusara Galau Pada Chanakya, Ashoka Membodohi Khorasan Lagi


Ashoka #155 07 episode

Chanakya tersenyum kecil mendengar analisa Helena, “kau begitu cepat terkejut atas tindakan Ashoka. Anak itu akan lebih membuatmu terkejut dimasa depan. Aku merasa setelah kau memberikan kematian pada putramu Justin dengan tanganmu sendiri, kau pasti sudah kehilangan segalanya, tapi tidak. Aku sudah tau, bahwa itu hanya kedok, ada sesuatu yang sedang mengambangkan harapan dan juga keserakahanmu, ada sesuatu, aku juga orang yang penasaran, dan aku akan cari tau itu, apa sebenarnya”, sambil mengangkat telunjuk di depan wajah Helena dengan sebuah tekad pada wajahnya.

Helena tidak mau menunjukkan wajah khawatirnya, dia menyindir Chakanya, “kalau kau dalam kehidupan pernah mencintai seorang wanita, atau pernah menikah, kau akan mengerti bahwa hati seorang wanita lebih dalam daripada samudra, penuh dengan kegelapan”. Chanakya menatap Helena dengan dingin, “ibu suri Helena, aku sudah memutuskan hubunganku dengan kegelapan ketika aku bersumpah untuk melindungi Magadh dan tanah airku”, sambil menatap Helena tajam, kemudian melangkah meninggalkan ruangan. Helena mengangkat dagunya, menunjukkan kalau dia tegar, tapi begitu Chanakya keluar, Helena membalikkan badan menatap foto Justin, wajahnya menahan tangis, sekaligus tekad semakin kuat untuk melaksanakan semua rencananya.

Ashoka #155 10 episode

Ashoka melangkah memasuki kedai minuman, matanya memperhatikan. Di dalam kedai, Mir Khorasan sudah duduk dengan wajah ditutupi selendang hitam, ia langsung menoleh ke arah pintu saat melihat Ashoka muncul di kedai itu. Ashoka melangkah lambat-lambat sambil memperhatika sekeliling, Khorasan berusaha agar tidak kentara.

Ashoka melihat, orang-orang yang tadi mengawasinya di pasar, sekarang sudah berganti pakaian dan sudah duduk di kedai itu juga. Ashoka terus mengawasi dan matanya melihat ke sepasang sepatu yang sangat dikenalinya, Ashoka memperhatikan si pemilik sepatu yang menutupi semua wajahnya dengan selendang hitam, kecuali mata yang melihat ke arah lain.

Ashoka melangkah masuk, mendekati salah satu meja pramusaji, “aku mint air”. Si parmusaji menjelaskan, “tidak ada yang menarik orang kesini untuk minum air”. Khorasan dari tempat duduknya mengawasi Ashoka yang sedang berbicara itu.

Ashoka seakan tidak diawasi, ia terus bicara, “tapi aku dengar disini ada semua miuman untuk menghilangkan dahaga”. Si pramusaji seperti mengerti maksud Ashoka, “baiklah, tunggu dulu”. Ashoka mengangguk, kemudian melangkah ke kursi kosong yang terlihat jelas dari tempat duduk Khorasan.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.