Ashoka: Raja Bindusara Galau Pada Chanakya, Ashoka Membodohi Khorasan Lagi


Ashoka #155 06 episode

Di ruangannya, Helena sedang berdiri menatap lukisan Justin, putra yang dikorbankan demi ambisinya, “Justin, aku teringat pada janjiku, pengorbananmu tidak akan sia-sia. Sesuai dengan keinginan terakhirmu, hanya putramulah yang akan duduk di singgasana, putramu Siyamak”, sambil menahan tangis.

Terdengar suara salah satu prajurit penjaganya, “ibu suri, Acharya Chanakya ingin bertemu dengan anda”. Helena membalikkan badan, sudah dengan wajah biasa, “suruh dia masuk”. Si prajurit mengangguk hormat, kembali melangkah keluar.

Helena agak terlihat linglung, kembali menatap lukisan Justin, kemudian melangkah agak ke tengah ruangannya, menyambut Chanakya dengan pertanyaan, “ada perlu apa kau datang kesini”. Chanakya menunjukkan wajah senyum, “ibu suri Helena, aku merasa kau pasti ingin segera tau, kau pasti tidak punya kabar untuk mengetahui apa yang aku bicarakan empat mata dengan Yang Mulia Bindusara, karena itulah aku sendiri yang datang kepadamu untuk memberitaukan hal ini”. Helena yang awalnya melotot, mendengar dengan wajah seakan tak terlalu antusias.

Ashoka #155 08 episode

Chanakya yang sudah hafal betul sikap ibu suri yang satu itu, terus bicara, “begini ibu suri Helena, telah disebarkan jaring kebohongan di sekeliling Yang Mulia Bindusara. Sebuah jaring kebohongan yang begitu kuat hingga Yang Mulia menjadi percaya bahwa Dewi Dharma telah melakukan pengkhianatan kepadanya. Tapi ibu suri, dalam jaring kebohongan itu ada begitu banyak lubang-lubang yang besar. Lubang-lubang besar, hingga dari lubang-lubang itu cahaya kebenaran untuk segera Yang Mulia membawanya bagi kebenaran itu sendiri. Dari kebenaran menuju ke arah yang tidak tampak”.

Helena berfikir mendengar penjelasan Chanakya, ia pura-pura tidak tau, “siapa yang mengatakan bahwa semua ini adalah kebohongan. Dan Acharya, kau teka teki itu dulu hingga dengan mudah percaya pada ketidak kesalahan Dharma”. Chanakya juga tak kalah menyindirnya, “kau juga dulu tidak begini, tanpa melihat Dewi Dharma, tanpa bertemu dengannya, kau yakin sekali bahwa Dewi Dharma itu telah bersalah. Apakah kau pernah berfikir, jika Dewi Dharma bersama dengan Raajaajiraaj, kenapa dia tidak pernah menyebutkan tentang putranya, pernah kah kau berfikir begitu?”.

Helena sebenarnya agak tersedak dengan kemungkinan yang disampaikan Chanakya, tapi dia tetap menunjukkan sikap sebagai seorang yang tak mungkin melakukan kesalahan, “dan yang lebih aneh adalah yang mencari tau tentang putranya Yang Mulia adalah bukan orang lain, tetapi seorang anak, yang telah mendapatkan perlindunganmu”.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.