Ashoka: Raja Bindusara Galau Pada Chanakya, Ashoka Membodohi Khorasan Lagi


Bindusara baru menatap Chanakya, “apakah kau pikir, aku harus mendengarkan suara hatiku Acharya? Karena selama sekian tahun aku sudah belajar bahwa bukti dan kebenaran bisa saja sama, itu belum tentu benar”. Chanakya menjelaskan, “pertama, kita menganggap hati dan akal itu adalah musuh. Tapi akal dan pikiran sama sama saling mendebat satu sama lain Yang Mulia, keduanya saling melengkapi ketidaksempurnaan”. Bindusara mengangguk dengan wajah berfikir.

Ashoka #155 03 episode

Chanakya masih menjelaskan, “Yang Mulia, untuk mengendalikan hati, menggunakan akal itu sangatlah penting. Dalam hati pasti timbul perasaan bahwa Dewi Dharma tidak bersalah, tapi untuk membuktikan Dewi Dharma tidak bersalah dalam pandangan orang lain, kau harus menggunakan akal sehatmu”.

Bindusara mengangguk, tapi masih dengan wajah suntuk, “Acharya, apa yang harus aku lakukan untuk mencari kebenaran, apa yang harus ku perbuat supaya tidak menimbulkan hal dalam melakukan keadilan. Katakan Acharya”.

Chanakya memahami apa yang dirasakan Bindusara, “aku tau, apa yang semestinya kau perbuat”, sambil kembali memegang pundak kanan Bindusara dan menunjukkan wajah senyum sambil menundukkan pandangannya.

Di salah satu lorong, Mir Khorasan yang menerima laporan dari mata-matanya, memastikan, “jadi kau sendiri yang mendengar hal ini”. Si mata-mata meyakinkan, “aku tidak meragukan hal ini, aku sendiri mendengar dengan jelas pembicaraan antara Sushima dan Ashoka”. Khorasan menunjukkan wajah berfikir, “aku sudah curiga kalau Ashoka merahasiakan sesuatu. Kita semua, harus mengawasi dia dengan ketat. Aku ingin secepatnya menangkap Dharma dan putranya, kau beritau semua mata-mata agar mereka waspada”. Si mata-mata mengangguk, “baiklah”, kemudian meninggalkan Mir. Khorasan berfikir dengan berkacak pinggang.

Ashoka #155 05 episode

Ashoka sedang melangkah di tengah keramaian, diantara orang-orang yang berlalu lalang di pasar itu, ia merasa curiga dengan seorang lelaki yang bersikap seperti peminta-minta. Ashoka terus melangkah, dengan sikap lebih waspada, ia juga melihat seorang lelaki yang sedang duduk pura-pura merapikan sesuatu.

Ashoka melangkah melewatinya. Si lelaki langsung berdiri. Ashoka sudah merasa diawasi oleh dua orang, ia terus melangkah dan merasakan, seorang lelaki lain juga sedang mengawasinya dengan pura-pura berbicara dengan seseorang.

Ashoka memperlambat langkahnya, ia membathin, ‘disini setiap langkahku diawasi dengan sangat ketat. Artinya, dugaan Acharya benar, setelah aku membodohi Mir tadi, dia telah menjadi lebih waspada, mereka itu pasti mata-matanya”, sambil terbayang lelaki yang dicurigainya, mulai dari peminta-minta, sampai lelaki yang sedang pura-pura bicara, ‘kemanapun aku akan pergi, Mir pasti akan mengikutiku. Hanya saja dia tidak mengetahui kalau aku telah membuat dia sedang mengejarku’. Ashoka tersenyum tipis, kemudian melangkah lebih cepat. Ketiga orang yang disurigainya sebagai mata-mata Mir, langsung berdiri memperhatikan.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.