Serial Ashoka

Ashoka: Raja Bindusara Galau Pada Chanakya, Ashoka Membodohi Khorasan Lagi


Serial Ashoka episode sebelumnya, Yang Mulia Bindusara kembali mengumpulkan semua orang untuk menghadirkan kesaksian guru yang memberikan informasi pada Ashoka tentang keberadaan Dewi Dharma dan putranya. Ashoka dan Chanakya sangat cemas akan terbongkarnya kebenaran tentang dirinya, tetapi nasib baik mengelilingi mereka, kesaksian pencatat tentang Dharma, keberuntungan berpihak pada kebenaran (sang guru puasa bicara). Sushima pura-pura baik pada Ashoka demi mendapatkan informasi tentang putra ayahnya yang baru diketahui. Pembicaraan Ashoka dan Sushima itu juga di kuping oleh mata-mata Khorasan.

Ashoka #155 00 episode

Sinopsis serial Ashoka #155, Yang Mulia Bindusara yang mau bicara empat mata dengan Chanakya, membawanya ke ruang pribadinya. Bindusara duduk di ujung pembaringannya sedang Chanakya duduk di sofa yang ada di ujung pembaringa. Yang Mulia Bindusara menyampaikan kegundahannya, “Acharya, apakah aku sudah berhasil menjadi raja seperti yang kau harapkan selama ini”, dengan mata tak sanggup menatap Chanakya.

Chanakya menatap heran Bindusara, “kenapa kau menanyakan hal itu?”. Bindusara memberitau kegelisahannya, “karena untuk pertamakalinya aku merasa, bahwa aku tidak bisa melaksanakan tugasku sebagai raja. Raja merupakan sandaran dari hukuman, raja bersifat pema’af, kewajiban raja adalah menunjukkan keadilan dan untuk itu yang penting adalah dia tidak memihak siapapun. Acharya, aku masih tidak bisa memisahkan perasaanku dari diriku sendiri. Sekarang pun aku tidak bisa percaya bahwa Dharma melakukan pengkhianatan padaku, akal berkata”.

Ashoka #155 02 episode

Bindusara bangkit dari duduknya, melangkah, “lihatlah bukti, tapi disisi yang lain, hati berkata dimana ada kepercayaan apa perlunya perdebatan dan bukti. Pikiran berkata, kebenaran terlihat dengan jelas, tapi hati berkata tidak, ada sesuatu di dalam yang tampak jelas, tapi masih tidak terlihat. Aku tidak mengerti sekarang apa yang harus aku lakukan Acharya”.

Chanakya juga bangkit dari duduknya, melangkah mendekati Bindusara, memegang bahu kanan raja yang lagi galau, “Yang Mulia, kebingungan ini penting sekali dan perasaan ini juga sangat penting sekali, dan karena itulah kau, akan selalu waspada. Dan sambil bertarung dengan perasaan pribadimu sendiri, kau akan berusaha untuk sampai ke jalan yang benar. Dan lihat, disekelilingmu hanya ada musuh yang berlimpah, yang selalu ingin mengisi hati dan pikiranmu dengan raacun. Mereka selalu ingin mencelakaimu, mereka ingin kehancuranmu, tapi Yang Mulia, tabahlah, tidak perlu tergesa-gesa. Seiring waktu semuanya pasti akan jelas”.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.