Serial Ashoka

Ashoka: Kesaksian Pencatat Tentang Dharma, Keberuntungan Berpihak Pada Kebenaran (Sang Guru Puasa Bicara). Sushima Pura-Pura Baik


Helena kembali mempengaruhi Bindusara, “kenapa dia melakukan itu, itu tidak penting! Yang penting adalah apa yang telah dia lakukan! Dan dengan yang dilakukannya, untuk itu, maka dia harus mendapatkan hukuman! Hukuman yang sangat berat!”. Chanakya menatai ibu suri yang sangat bersemangat menghancurkan perasaan Bindusara. Noor menahan perasaan senang. Charumitra menundukkan pandangannya.

Ashoka #154  episode 142 14

Bindusara berkata dengan wajah kaku, “ya ibu, aku masih ingat bahwa Dharma tidak bisa membuktikan ketidak bersalahannya, maka dia pasti akan mendapatkan hukuman”. Helena menatap Bindusara dengan tajam. Ashoka menarik nafas berat. Khorasan menikmati kesusahan Bindusara. Bindusara meyakinkan semua orang disitu, “aku akan menghukumnya dengan tanganku sendiri”. Helena langsung menunjukkan wajah senangnya. Chanakya memperhatikan. Ashoka semakin menatap Bindusara dengan mata merebak.

Bindusara menatap Chanakya, “Acharya, kalau kau tidak sibuk, aku minta waktumu. Aku ingin kita bicara empat mata”. Ashoka menatap ayahnya itu. Helena yang tadinya sudah senang, kembali terkejut dengan keinginan Bindusara yang ingin bertemu Chanakya, begitu juga dengan Khorasan. Charumitra, Noor dan Subrasi, jadi ingin tau apa yang dimai Bindusara sebenarnya. Mata Calata bergerak cepat, tatapan Sushima juga mengandung tanya.

Chanakya dengan penuh yakin menyanggupi, “tentu”. Bindusara mengangguk, kemudian bangkit dari singgasana, menuruni undakan. Ashoka menatap ayahnya yang lewat di depannya, kemudian melirik Chanakya. Bindusara pun melangkah ke luar, diikuti Chanakya. Ashoka mengikuti dengan tatapannya.

Ashoka #154  episode 142 16

Sekeluar dari ruang aula, Ashoka berjalan di lorong istana dengan langkah gontai, ia terbayang ucapan Yang Mulia Bindusara sebelumnya ‘kalau Dharma tidak bisa membuktikan ketidak bersalahannya, maka dia pasti akan mendapatkan hukuman. Aku akan menghukumnya dengan tanganku sendiri!’. Ashoka yang melangkah sambil berfikir, tak kehilangan kewaspadaannya, ia mendengar langkah dibelakangnya. Ashoka memperlambat langkahnya, si penguntit bersembunyi ke balik tiang. Mendekati Ashoka dengan beranjak dari tiang ke tiang sambil terus mengawasinya.

Ashoka tersenyum, kemudian berbelok dengan cepat. Apes, langkah Ashoka langsung terhenti, surut selangkah, dari depannya, muncul Sushima dengan menatapnya. Kali ini, Ashoka menatap Sushima dengan perasaan kalau yang pongah selama ini, yang sekarang berdiri di depannya, ternyata adalah kakak satu ayah dengannya.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

Satu tanggapan untuk “Ashoka: Kesaksian Pencatat Tentang Dharma, Keberuntungan Berpihak Pada Kebenaran (Sang Guru Puasa Bicara). Sushima Pura-Pura Baik”

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.