Serial Ashoka

Ashoka: Kesaksian Pencatat Tentang Dharma, Keberuntungan Berpihak Pada Kebenaran (Sang Guru Puasa Bicara). Sushima Pura-Pura Baik


Ashoka #154  episode 142 10

Chanakya yang menjawab pertanyaan Bindusara, “Yang Mulia, jika dia tau, dia pasti sudah memberitau Ashoka Yang Mulia”. Yang Mulia Bindusara tak memaksa lagi, “terima kasih guru”. Sang guru mengangguk. Bindusara memberi perintah, “sekarang antar kembali guru ke Champha Nagari”. Chanakya mengembalikan cacatan milik sang guru. Akramak mengangguk hormat pada Bindusara, “baik Yang Mulia”. Sang guru pun membungkuk hormat. Kemudian mereka berdua berbalik, meninggalkan ruangan.

Yang Mulia Bindusara menarik nafas berat. Ibu suri Helena langsung memasukkan pengaruhnya, “Yang Mulia, kalau menurutku, hal ini jangan dibiarkan menjadi penghalang untuk melakukan keadilan”. Bindusara menunjukkan wajah berfikir dengan wajah suntuk, Ashoka memperhatikan ayahnya itu. Chanakya mencoba memberi pendapat, “Dewi Dharma hanya dituduh, dan tidak seorangpun punya bukti dari tuduhan itu”.

Ibu suri Helena langsung menjawab cepat, “ada buktinya!”. Chanakya terkejut melihat respon yang begitu cepat dari sang perencana siasat licik itu. Ashoka menarik nafas berat. Bindusara menunjukkan wajah berada dalam situasi sulit. Khorasan mengamati, begitu juga dengan Calata.

Ibu suri Helena tak mau kehilangan kesempatan untuk mempengaruhi Binudsara, “Yang Mulia, kau sudah melihatnya sendiri bukan. Meski dia ada dihadapanmu, dia tetap saja bersembunyi. Kalau dia memang tidak bersalah, kenapa dia melakukan hal ini”. Ashoka melirik Yang Mulia Bindusara yang di desak. Bindusara merespon ibu tirinya itu, “sabar bu, itu pasti akan aku tanyakan”.

Ashoka #154  episode 142 07

Yang Mulia Bindusara menunjukkan wajah sedih tak habis pikir, “kenapa dia melakukan hal ini?”. Helena menarik nafas senang, berhasil membuat Bindusara suntuk dan mempertanyakan Dharma. Ashoka menatap ayahnya dengan sedih. Chanakya juga menatap kasihan Bindusara yang gelisah. Bindusara bergumam dengan resah, “kenapa dia menjauhkan putraku dariku sekian tahun lamanya. Apa yang kulakukan padanya hingga dia melakukan pengkhianatan yang sama sekali tidak pernah kubayangkan. Dan kalau dia tidak berkhianat, kenapa dia harus bersembunyi? Apa, yang menjadi motivasi untuk menutup semua kebenaran”.

Chanakya menatap Bindusara dengan tatap kasihan. Ashoka menatap ayah yang sedang mencari keberadaannya dengan tatap sedih. Bindusara berkata dengan penuh tekad, “aku ingin tau apa kebenaran itu”. Charumitra menunjukkan wajah tak senangnya, karena putra sulung akan terabaikan. Noor menunjukkan wajah kaku. Subarsi menatap kasihan melihat penderitaan bathin Bindusara. Ashoka menahan air matanya, menatap ayahnya yang resah dan belum tau kebenaran.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

Satu tanggapan untuk “Ashoka: Kesaksian Pencatat Tentang Dharma, Keberuntungan Berpihak Pada Kebenaran (Sang Guru Puasa Bicara). Sushima Pura-Pura Baik”

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.