Ashoka: Kesaksian Pencatat Tentang Dharma, Keberuntungan Berpihak Pada Kebenaran (Sang Guru Puasa Bicara). Sushima Pura-Pura Baik


Chanakya tersenyum mendengar jawaban Calata yang sudah menyerahkan tanggung jawab padanya. Ashoka menelan ludah, lega. Noor, Charumitra, Sushima, menatap Chanakya dengan wajah yang dapat diartikan ‘orang satu ini selalu saja disengani oleh mereka yang berfikir menggunakan otak’. Yang Mulia Bindusara, berkata, “Acharya Chanakya, aku ingin segera tau kebenaran ini”. Chanakya mengangguk, mulai melihat buku ditangannya.

Terdengar suara lantang ibu suri Helena, “tunggu Acharya!”. Chanakya mendongak menatap ibu suri yang sangat jahat dan licik itu. Bindusara sendiri menoleh ke arah ibu tirinya. Ashoka kembali menunjukkan wajah tegang. Akramak juga memperhatikan ibu suri. Helena menunjukkan kalau dia seorang ibu suri, “yang aku inginkan, sebelum kau membaca buku itu, kau ambil sumpah untuk bicara jujur”. Bindusara menatap Chakanya dengan wajah mengernyit, kurang enak hati, ibu tirinya itu meragukan kejujuran Chanakya.

Khorasan melirik Chanakya dengan tatap senang karena Helena sudah dengan tidak langsung mengatakan kalau Chanakya tidak sepenuhnya bisa dipercaya. Noor juga menahan senyum. Ashoka mengernyitkan wajah mendengar ibu suri yang meragukan gurunya. Calata menahan senyum, begitu juga dengan Sushima, mereka senang Chanakya diragukan.

Ashoka #154  episode 142 13

Chanakya tetap dengan sikap tenangnya, tak membantah, “aku bersumpah bicara sejujurnya”. Helena dan Khorasan menunjukkan wajah serius. Ashoka mulai tegang, begitu juga dengan Bindusara. Calata melihat buku yang dipegangnya, dan membaca catatan dalam bahasa Sansekerta tersebut, “,,,, artinya, putra Yang Mulia Chandragupta Maurya, Yang Mulia Bindusara, menikah dengan wanita kasta Brahma”. Yang Mulia Bindusara menunjukkan wajah serius. Ashoka masih menunjukkan wajah cemas. Khorasan mendengar dengan serius.

Chanakya melihat ke catatan, “namanya adalah Dharma”. Ashoka terpana. Yang Mulia Bindusara juga mendengar sambil menatap Chanakya. Charumitra, Noor, Subrasi, mendengar dengan diam. Chanakya kembali melihat catatan ditangannya, “Dharma!”. Guru yang sedang puasa bicara menjadi serius memperhatikan Chanakya. Calata mengernyitkan wajah. Bindusara menunggu kelanjutan dengan tegang, Ashoka berfikir.

Chanakya meneruskan membaca dalam bahasa Sansekerta, “,,,,, artinya, dari pernikahan ini Yang Mulia Bindusara dan Dewi Dharma memiliki seorang anak, namanya adalah,,”. Yang Mulia Bindusara menunggu dengan wajah penasaran, Ashoka menunjukkan wajah tegang. Khorasan, Helena, Charumitra, Noor, Subrasi, Akramak, semua menunggu dengan wajah serius dan ingin tau. Chanakya meneruskan, “tidak ada yang tau”. Ashoka benar-benar menghembuskan nafas lega, dadanya terasa plong, kebenaran tentang siapa dirinya masih bisa disimpan. Keberuntungan masih menyertai mereka.

Tatapan Yang Mulia Bindusara langsung meredup. Helena menatap Chanakya dengan wajah menyelidik. Bindusara bersuara, “katakan, apakah kau tau siapa putraku? Dimana dia?”. Guru yang sedang puasa bicara melirik Chanakya, Chanakya balas menatapnya. Ashoka kembali berwajah tegang, melirik guru yang sudah tau jati dirinya. Guru yang sedang puasa bicara, berfikir ‘Acharya Chanakya mengganti nama Shubadrangi menjadi Dharma, artinya sudah jelas, aku harus diam’. Yang Mulia Bindusara menunggu.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Satu respons untuk “Ashoka: Kesaksian Pencatat Tentang Dharma, Keberuntungan Berpihak Pada Kebenaran (Sang Guru Puasa Bicara). Sushima Pura-Pura Baik

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.