Ashoka: Kesaksian Pencatat Tentang Dharma, Keberuntungan Berpihak Pada Kebenaran (Sang Guru Puasa Bicara). Sushima Pura-Pura Baik


Akramak dan guru yang mempunyai catatan berhenti satu langkah dari posisi Chanakya dan Calata berdiri, mereka berdua memberi sikap salam hormat ke arah Yang Mulia. Helena dan Khorasan lebih serius memperhatikan. Akramak memperkenalka lelaki di sebelahnya, “Yang Mulia, guru inilah yang telah memberitau Ashoka tentang Dewi Dharma”. Ashoka melirik Yang Mulia Bindusara dengan wajah semakin gelisah. Charumitra, Noor, memperhatikan si guru. Subrasi melirik Yang Mulia.

Bindusara bertanya, “apakah buku catatan yang kau pegang itu hanya berisi kebenaran?”. Ashoka melirik guru yang ditanya, dengan tatapan gelisah. Sang guru mengangguk. Yang Mulia Bindusara menarik nafas. Chanakya memperhatikan guru yang hanya berjarak satu langkah di sampingnya. Khorasan juga serius memperhatikan sang guru si pemegang buku.

Akramak menjelaskan, “Yang Mulia, hari ini adalah hari Ekadasi dan dia berpuasa untuk tidak bicara”. Ashoka menunjukkan wajah lega, begitu juga dengan Chanakya, tapi tetap dengan wajah berfikir. Keberuntungan sampai saat ini masih menyertai mereka.

Ashoka #154  episode 142 09

Yang Mulia Bindusara memperhatikan guru yang lagi puasa diam itu. Akramak menambah penjelasannya, “dia tidak bicara, tapi dia membawa buku catatan bersamanya”. Helena mendengarkan dengan wajah serius, begitu juga dengan Charumitra dan Subrasi. Noor malah menyipitkan matanya, Khorasan juga menarik nafas lega.

Akramak menambahkan penjelasannya, “tapi ada satu masalah”. Yang Mulia Bindusara mendengar dengan serius, Chanakya juga begitupun dengan Ashoka. Calata menyimak, begitu juga Sushima. Akramak melanjutkan, “buku ini ditulis dalam bahasa Sanskerta”.

Ashoka menunjukkan wajah berfikir. Helena dan Khorasan bersikap menunggu kelanjutan kisah pengungkapan anak Bindusara dengan Dharma. Yang Mulia Bindusara memberika solusi atas masalah yang dikemukakan Akramak, “diruangan ini hanya ada dua orang yang bisa membaca bahasa sansekerta, pertama Acharya Chanakya, kedua, Maha Amartya Calata. Aku minta salah satu diantara kalian untuk membaca tulisan itu”.

Chanakya menarik nafas, melirik Calata yang mengangguk hormat pada Yang Mulia Bindusara, Ashoka kembali menunjukkan wajah tegang. Helena dan Khorasan menunjukkan wajah semakin serius. Calata melangkah menuju sang guru yang punya catatan yang berada di sebelah Chanakya. Chanakya tentu saja takkan membiarkan kebenaran terungkap sebelum waktunya, ia tak perlu melangkah, cukup mengulurkan tangan meraih buku ditangan guru yang sedang puasa bicara. Ashoka menunggu dengan tegang. Tangan Calata sudah terulur mau meraih buku, tapi tangan Chanakya sudah meraih buku tersebut. Chanakya menatap Calata yang juga balas menatapnya. Ashoka menarik nafas lega, kebenaran tentang ibunya sudah akan dibacakan oleh tangan orang yang tepat.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Satu respons untuk “Ashoka: Kesaksian Pencatat Tentang Dharma, Keberuntungan Berpihak Pada Kebenaran (Sang Guru Puasa Bicara). Sushima Pura-Pura Baik

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.