Serial Ashoka

Ashoka: Kesaksian Pencatat Tentang Dharma, Keberuntungan Berpihak Pada Kebenaran (Sang Guru Puasa Bicara). Sushima Pura-Pura Baik


Ashoka #154  episode 142 03

Tapi Ashoka tak ingin ibunya sedih, dia ingin memastikan ibunya itu bahwa ayahnya, sama sekali tak bermaksud mengabaikan mereka, “kau tau, dia ingin sekali bisa memeluk putranya. Sepanjang yang aku tau tentang permaisuri Dharma, berdasarkan itu, bila aku memikirkan seperti siapa dia, ibu tau, berkali-kali aku merasa bahwa dia persis seperti ibu”.

Shubadrangi salah tingkah, dia mengusap pipinya yang tanpa sengaja dialiri air mata haru mendengar cerita Ashoka, “apa yang kau katakan”, dengan wajah tertunduk. Ashoka menggoda ibunya, sambil memberi isyarat kalau dia sudah tak membenci sosok seorang ayah lagi, “ibu, alangkah baiknya seandainya ayahku juga mencintai ibu, seperti Yang Mulia mencintai permaisuri Dharma. Aku selalu memimpikan kalau ayahku sendiri ingin bertemu denganku. Alangkah baiknya kalau ayahku juga merindukan untuk bertemu diriku, seperti halnya, seperti halnya Yang Mulia Bindusara ingin bertemu dengan putranya”, dengan mata berkaca-kaca.

Shubadrangi meraih kepala Ashoka, membawa ke pangkuannya, mengusap kepala Ashoka dengan menahan perasaan sedih yang juga menyelimuti hatinya. Ashoka yang kepalanya rebah dipangkuan ibunya, membathin ‘ibu, impian yang aku lihat tadi, aku akan segera memenuhi impian itu. Kehormatan dan kasih sayang yang kurang ibu dapatkan, akan ku paksa mereka untuk mengembalikan semua itu padamu. Ini adalah janji seorang putra pada ibunya”. Shubadrangi terus mengusap kepala Ashoka, Ashoka memejamkan mata, tekadnya sudah bulat untuk mendapatkan hak ibunya.

Ashoka #154  episode 142 04

Fajar sudah menyingsing, matahari sudah menerangi Magadh, semua orang sudah dikumpulkan di aula pertemuan. Ibu suri Helena langsung buka suara, “Yang Mulia, kenapa kau mengadakan rapat ini?!”. Khorasan mendengarkan dengan serius karena Helena sudah mulai menggali informasi.

Bindusara menjelaskan maksudnya, “banyak orang yang curiga atas apa yang dikatakan Ashoka, dipertanyakan tentang bukti-buktinya. Karena itulah aku mengirim Akramak ke Champha Nagari untuk mengajak guru itu”. Mata Ashoka langsung membesar, Helena jadi menarik nafas, ia keduluan Bindusara, Chanakya menunjukkan wajah tegang.

Yang Mulia Bindusara masih menjelaskan, “guru yang sudah memberitau Ashoka tentang putraku dan mereka berdua akan segera hadir disini”. Ashoka menoleh ke arah pintu aula dengan tatap resah, Chanakya memperhatikan. Helena juga menatap ke arah pintu dengan rasa ingin tau, Khorasan tercenung, Noor menundukkan pandangan dengan wajah berfikir.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

Satu tanggapan untuk “Ashoka: Kesaksian Pencatat Tentang Dharma, Keberuntungan Berpihak Pada Kebenaran (Sang Guru Puasa Bicara). Sushima Pura-Pura Baik”

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.