Ashoka: Kesaksian Pencatat Tentang Dharma, Keberuntungan Berpihak Pada Kebenaran (Sang Guru Puasa Bicara). Sushima Pura-Pura Baik


Cerita serial Ashoka episode sebelumnya, Ashoka semakin mempunyai tekad besar untuk mengembalikan kehormatan ibunya yang terus menerus dihina karena sedang menyamar sebagai pelayan. Disisi lain, begitu banyak musuh yang ingin menghancurkan hidup ibu dan ayahnya demi tahta, walau dua orang yang mencintai itu sudah lama terpisah. Ashoka juga mempunyai tekad mengenali saudaranya yang belum dia akrabi. Ashoka mendekati Dhrupad, memperdaya Khorasan & mempersembahkan ‘singgasana’ untuk permaisuri Shubadrangi, ibunya.

Ashoka #154  episode 142 00

Sinopsis serial Ashoka #154 episode 142, Dharm meraih kepala Ashoka yang sudah jongkok di depannya. Ashoka dengan wajah penuh senyum merebahkan kepala dipangkuan ibunya. Dharma mengusap kepala Ashoka, “kau membuat hal ini akan ku kenang selamanya”. Ashoka mendongakkan kepala, menatap ibu yang sangat disayanginya, “ibu, apa ibu pernah berfikir seandainya ibu seorang permaisuri”. Dharma agak terkejut sebenarnya, tapi berusaha menguasai perasaannya, “kenapa kau menanyakan hal ini?”.

Ashoka menunjukkan wajah yang tidak akan membuat ibunya resah dengan keberadaannya sebagai putra Bindusara, “tidak ada alasannya, aku iseng aja. Entah kenapa aku terpikir tentang permaisuri Dharma”. Shubadrangi alias Dharma menunjukkan wajah ingin tau, “pemikiran seperti apa?”. Ashoka menunjukkan wajah senyum, “bahwa permaisuri Dharma sangat beruntung, Yang Mulia saangaat mencintainya”.

Ashoka #154  episode 142 01

Dharma jadi menerawang mendengar ucapan Ashoka, “beruntung atau tidak, itu sulit dikatakan, karena mungkin saja, kini Yang Mulia tidak mencintainya lagi. *Ashoka menyembunyikan kesedihannya*. Malah sebaliknya, karena itulah dia menghancurkan patungnya”.

Ashoka menahan air matanya agar tak keluar, melihat ibunya yang berusaha menyembunyikan perasaan yang dirasakan terhadap Yang Mulia, ayahnya, “ibu, ibu hanya melihat patung itu hancuur. Tapi setelah patung itu hancur, aku saksinya, betapa hati Yang Mulia hancur berkeping-keping”. Shubadrangi menatap Ashoka, ingin tau lebih banyak lagi.

Ashoka menjelaskan apa penilainnya terhadap perasaan Yang Mulia Bindusara sepanjang yang dilihatnya, agar ibunya tetap mempercayai cinta ayahnya, “ibu tau, bila seseorang menjadi tidak berdaya karena keadaan, maka siapapun yang ada paling dekat dengannya, dialah yang akan menanggung akibatnya. Menghancurkan patung itu juga, merupakan tindakan ketidakberdayaan seseorang, kita tidak bisa mengabaikan keadaan hati Yang Mulia, disatu pihak dia mengetahui bahwa permaisuri kesayangannya masih hidup, selain itu bersamaan dia juga tau bahwa dialah yang merencanakan siasat yang keji. Tapi aku bisa katakan dengan yakin, bahwa dia sangat mencintai permaisuri Dharma, dia sangat mencintai putranya”. Shubadrangi menundukkan pandangan, menyembunyikan perasaannya dari tatapan Ashoka.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

One response to “Ashoka: Kesaksian Pencatat Tentang Dharma, Keberuntungan Berpihak Pada Kebenaran (Sang Guru Puasa Bicara). Sushima Pura-Pura Baik

  1. Ping-balik: Ashoka: Raja Bindusara Galau Pada Chanakya, Ashoka Membodohi Khorasan Lagi | Dizaz·

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s