Ashoka: Mendekati Dhrupad, Memperdaya Khorasan & Mempersembahkan ‘singgasana’ Untuk Permaisuri Shubadrangi


Cerita serial Ashoka episode sebelumnya, Dharma yang mencemaskan emosi Ashoka, dalam pencariannya menemukan permaisuri Dharma dan putra Yang Mulia, membuat Dharma mengadu pada Chanakya, takut putranya mengetahui kebenaran. Chanakya menyusun rencana, untuk memerangkap musuh bersama Ashoka. Dewi Dharma tetap tidak mengetahui kalau Ashoka sudah tau dia putra Bindusara. Niharika yang menguping pembicaraan Ashoka, memberitaukan pada sekutunya bersiasat, yaitu ibu suri Helena dan Mir Khorasan. Khorasan meyakinkan, dia sendiri yang akan mengawasi Ashoka demi menemukan Dharma dan putranya. Ashoka pun membuat jebakan dengan membuang surat yang berisi janji akan bertemu dengan seseorang, Khorasan pun menguntit.

Ashoka #153 00 episode

Sinopsis serial Ashoka #153, Ashoka melongok ke ruangan permaisuri Subrasi, tempat ibunya alias Sevika bekerja sebagai pelayan. Tiba-tiba dari belakang ada yang menodong leher Ashoka dari belakang dengan kayu lentur. Ashoka melirik, rupanya ‘adiknya’, pangeran Dhrupad yang langsung menginterogasinya, “siapa kau, dan kenapa kau masuk kesini tanpa ijin!”.

Ashoka #153 01 episode

Ashoka pun memberi sikap bersalah dengan mengatupkan kedua tangan di depan dada, “ma’afkan aku pangeran, tapi, apa ini?”, sambil menunjuk ujung benda yang menempel di lehernya. Dhrupad pun menarik kayu lentur panjang dari leher Ashoka, “ini, ini pedangku. Tapi, kau jawab dulu pertanyaanku tadi”.

Ashoka pun menjelaskan alasan kemunculannya, “Sevika disini kan? Aku ingin bertemu dengannya, aku pengawal Yang Mulia, aku ingin lihat, apakah hukuman yang dijatuhkan Yang Mulia pada Sevika, dia sedang menjalankan hukuman itu dengan baik atau tidak”. Dhrupad malah bertanya lagi, “berapa hari lagi dia harus menjalani hukuman ini?”.

Ashoka menunjukkan wajah berfikir, memangku tangannya dan menatap adik kecil yang belum tau kalau dia adalah kakaknya, “kenapa?”. Dhrupad pun memberitau alasannya, “karena aku ingat dia terus, dia baik sekali, aku tidak tau kenapa ayah menjatuhkan hukuman padanya. Kau tau, dia suka mendongeng untukku, dia suka menyuapi aku, dia juga bermain denganku, dia orang yang baik hati”.

Ashoka merespon penilaian Dhrupad terhadap Sevika, “kalau kau yang berkata begitu pasti benar. Tapi kau jangan khawatir, selama hukuman Sevika masih belum selesai, aku yang akan bermain denganmu”. Dhrupad pun menunjukkan wajah antusias, “sungguh?!”. Ashoka mengangguk. Dhrupad bersemangat, “kau mau ajari aku bagaimana orang bertarung supaya nanti kalau aku sudah besar bisa jadi kesatria hebat seperti kakakku! Selama dua tahun kak Sushima menjadi kesatria besar”.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

One response to “Ashoka: Mendekati Dhrupad, Memperdaya Khorasan & Mempersembahkan ‘singgasana’ Untuk Permaisuri Shubadrangi

  1. Ping-balik: Ashoka: Kesaksian Pencatat Tentang Dharma, Keberuntungan Berpihak Pada Kebenaran (Sang Guru Puasa Bicara). Sushima Pura-Pura Baik | Dizaz·

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s