Ashoka: Dharma Mengadu Pada Chanakya, Takut Putranya Mengetahui Kebenaran. Chankya Meyusun Rencana


Siyamak ingin tau, “ini surat apa?”. Ashoka memberitau, “ini sudah tidak diperlukan lagi” dan langsung merobeknya jadi dua. Siyamak memberikan respon kaget,”heh, kenapa di sobek!”. Ashoka menjelaskan dengan meyakinkan pada Siyamak, “aku sudah bilang, surat ini sudah tidak diperlukan lagi, ayo”. Khorasan serius memperhatikan dari balik tiang dekat pintu.

Ashoka #152 19 episode

Ashoka dan Siyamak melangkah menuju keluar ruangan tersebut. Ashoka tanpa kentara, melempar surat yang tadi sudah dirobeknya jadi dua. Khorasan menyipitkan matanya melihat kertas yang dijatuhkan Ashoka tersebut. Ashoka terus melangkah disamping Siyamak, terus melewati Mir Khorasan yang begitu yakinnya Ashoka tak mengetahui keberadaannya.

Begitu Ashoka dan Siyamak sudah tak telihat, Khorasan berfikir, kemudian melangkah ke dalam, mengambil kertas yang dilempar Ashoka, menggabungkan kertas yang sudah tersbek itu, membaca tulisannya, “kita jumpa di pasar”. Khorasan menunjukkan wajah berfikir.

Cerita serial Ashoka episode selanjutnya, permaisuri Niharika memarahi Dharma yang dibantu Ahankara, “kau harus menjauhi putriku pelayan, apa Ashoka masih kurang, hingga kau perlu menghasut dia?! Kalau dia bergaul dengan orang-orang seperti kalian, dia tidak akan bisa bertindak demi kebaikannya”. Ashoka yang berdiri dan memperhatikan tak jauh dari situ sangat geram ibunya diperlakukan seperti itu, “aku tidak akan pernah melupakan orang yang sudah menghina ibuku ataupun mema’afkannya! Bila aku menemukan bukti tentang dirimu, maa kau harus membayar atas semua penghinaanmu pada ibuku”.

Iklan