Ashoka: Dharma Mengadu Pada Chanakya, Takut Putranya Mengetahui Kebenaran. Chankya Meyusun Rencana


Ashoka #152 11 episode

Ahankara mengangkat ember hitam itu, menuangkan airnya ke lantai di depannya. Dharma terkejut melihat kesungguhan Ahankara membantu pekerjaannya. Ahankara tersenyum, kemudian tanpa ragu mengambil sapu yang ada dirak, tersenyum menatap sapu yang sudah ditangannya, kemudian melirik Dharma yang sudah tersenyum juga menatap Ahankara.

Dharma kemudian mengambil sapu yang tadi dipakainya. Ahankara mulai mendorong air yang tadi sudah disiramkan ke lantai, disebelahnya, Dharma juga mulai bekerja. Sekali-sekali dia tersenyum menatap Ahankara. Ahankara memulai percakapan, “bukankah kau mengatakan kau tidak anggap ini sebagai hukuman, tapi sebagai pekerjaan dan kau senang melakukan pekerjaan ini. Hal itu membuatku teringat pada temanku, Ashoka! Ucapanmu persis seperti dirinya, pemikiranmu, mirip dengannya. Bagaimanapun situasinya, setelah mengalami banyak guncangan, jika aku tidak kehilangan keseimbangan mentalku, semua itu karena bantuan Ashoka. Padahal dulu aku bersikap buruk padanya, aku pernah menghinanya, tapi dia, tetap berkali-kali membantuku. Rasanya tidak mudah, mendapatkan teman seperti dia”.

Dharma hanya tersenyum mendengar semua curhatan Ahankara tentang pertemanannya dengan Ashoka. Ahankara mulai menyapu lagi, Dharma masih memperhatikan Ahankara sambil tersenyum.

Ashoka #152 14 episode

Di ruangan pertemuan kecil, Charumitra sedang bicara dengan Calata, “jika Niharika belum memberitau tentang putranya, apa artinya bagi kita soal ini?! Apa urusan kita dengan putranya!”. Calata menjelaskan, “apapun yang dikatakan oleh Ashoka, semua itu belum terbukti, tapi jika esok, hal ini menjadi terbukti, maka Yang Mulia mempunyai seorang putra yang tinggal jauh darinya. Coba kau pikir, apa artinya hal itu”.

Charumitra menjawab, “jika dia ditemukan dan terbukti bahwa dia terlibat dengan ibunya dalam siasat ini, maka,,”. Calata menambahkan, “maka dia akan mendapatkan hukuman. Bagi kita tidak ada yang lebih baik dari itu, tapi jika kemudian, terbukti bahwa putranya itu tidak bersalah, maka Yang Mulia pasti akan lebih menyayanginya dan dia akan lebih memperhatikan dia lagi, sehingga bisa saja, karena di telantarkan sekian lama dan untuk membahagiakannya, maka putranya itu akan diberi berlebihan dari sewajarnya dan lebih dari haknya, yang saat ini sangat menyesali hal ini, dia merasa sangat sedih. Dan bisa saja karena hal ini akan dijadikannya sebagai pewaris tahta”.

Deg! Charumitra menelan ludah mendengar penjelasan Calata, “lalu apa rencanamu”. Calata memberitau, “kita harus mencarinya, kita harus memastikan, bahwa sekalipun dia hadir dihadapan Yang Mulia, Yang Mulia bahkan tidak akan berfikir untuk menyerahkan tanggung jawab Magadh. Kita harus bisa menghadirkan dia dalam keadaan yang tidak layak”. Charumitra menyambung, “dan tanggung jawab ini akan ku serahkan pada Sushima”.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan