Ashoka: Menyadari Akibat Jika Kebenaran Terungkap, Nyawanya & Kedua Orangtuanya Terancam. Ia Hanya Ungkap Sebagian


Cerita serial Ashoka episode sebelumnya, Ashoka yang tak mau ibunya mendapat musibah atas kesalahan yang tidak dilakukan, muncul di ruang sidang dan menyampaikan informasi yang di dapatnya bahwa Dewi Dharma menjauh dari Yang Mulia Bindusara selama ini, karena ingin melindungi putra Yang Mulia Bindusara yang dilahirkannya, karena ada yang ingin melenyapkan Dewi Dharma dan anaknya, dan mengatasnamakan atas perintah Yang Mulia. Tak satupun yang mempercayai Ashoka di ruang sidang itu, hanya Bindusara yang mau mendengar dan minta penjelasannya. Ashoka tergoda untuk ‘memberitau’ kebenaran kalau dia putra Yang Mulia Bindusara, Keturunan Maurya & Seorang Pangeran yang selama ini jauh dari kasih sayah ayah.

Ashoka #150 00 episode

Sinopsis serial Ashoka #150, Helena yang memperhatikan dengan serius saling tatap Dharma dan Bindusara, jadi membathin, ‘sekarang aku mengerti, kenapa Acharya Chanakya selalu membelanya’.

Bindusara yang masih berdiri dalam keterkejutannya, tiba-tiba bersuara, “Ashoka, putraku”. Ashoka juga bersuara dalam tangis haru bercampur bahagia, “ayah”. Dharma terharu melihat pertemuan yang selama ini selalu di takutinya. Chanakya terpana melihat kebahagiaan yang ditunjukkan Bindusara. Mir Khorasan terus mengawasi Bindusara.

Yang Mulia Bindusara menuruni undakan singgasannya. Ibu suri Helena kalut menyaksikan hal itu, ia mengedarkan pandangan melihat respon orang-orang yang hanya diam. Noor Khorasan, Charumitra, menahan perasaan melihat Yang Mulia melangkah menghampiri wanita yang membuat mereka tak ada artinya dimata Bindusara. Permasuri Subrasi pun seperti dibakar rasa cemburu.

Ashoka #150 01 episode

Yang Mulia Bindusara merentangkan tangannnya ke arah Ashoka. Ashoka menurunkan pedangnya, menangis, kemudian berlari menghampiri Yang Mulia Bindusara, masuk kedalam pelukan seorang ayah yang dulu selalu dipertanyakan tanggung jawabnya. Ashoka menangis dibahu ayahnya. Dharma menangis menyaksikan pertemuan ayah dan anak yang terpisah cukup lama itu. Yang Mulia mengusap kepala Ashoka, sambil menatap penuh perasaan pada Dharma yang berdiri tak jauh di hadapannya dalam keadaan menangis.

Chanakya menatap pertemuan yang mengharukan itu dengan tatap cemas. Khorasan mengernyitkan wajahnya. Yang Mulia Bindusara melepaskan pelukannya pada Ashoka, melirik Dharma yang masih menangis, kemudian menatap Ashoka, “sebenarnya diam-diam aku ingin punya putra sepertimu, tapi ketika hal itu jadi kenyataan, justru aku merasa bimbang dan aku tidak percaya dengan kenyataan ini”.

Dharma masih saja menangis melihat ayah dan anak yang saling menerima. Sedang Chanakya tetap menunjukkan wajah cemas. Khorasan melihat pertemuan itu dengan wajah berfikir.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan