Ashoka: Meminta Bantuan Chanakya Merencanakan Perangkap Bagi Musuh, Menyembunyikan Kebenaran Demi Melindungi Dharma


Dharma bergumam sepeninggal Ashoka, “kelihatannya Ashoka masih belum tau kebenaran itu, tapi aku, sampai kapan aku akan merahasiakan hal ini”, dengan wajah sedih sekaligus cemas.

Ashoka #151 12 episode

Malam mulai larut, Helena ternyata menemui Bindusara, “aku bisa mengerti apa yang dialami Dharma, untuk melindungi anaknya, seorang ibu rela melakukan segalanya. Dharma telah membayar mahal atas perasaan cintanya kepadamu. Setelah mendengar semua ini, aku bisa mengerti, kenapa Dharma melawan dirimu”. Bindusara menarik nafas tak senang, “tapi apapun yang terjadi pada Dharma bukan aku yang bertanggung jawab atas hal itu. Kenapa aku yang jauh dari putraku! Kenapa aku tidak bisa dipertemukan dengan putraku sendiri. Apa salah putraku? Dan, kenapa dia harus, jauh dari segala hak, yang seharusnya dia dapatkan”.

Bindusara semakin sedih, “kenapa dia harus jauh dari kasih sayang ayahnya. Atas kesalahan apa Dewa memberikan hukuman seberat ini padaku, atas kesalahan apa?”. Helena pura-pura mengerti apa yang dirasakan Bindusara, berusaha menenangkan, “sstt, jangan kau salahkan Dewa. Yang menghukummu adalah yang sudah kau telantarkan”. Bindusara membela dirinya, “aku tidak menelantarkan dia. Aku mengirim Mir Khorasan untuk mencarinya!”.

Helena mengingatkan Bindusara, agar tak menyalahkan Mir, tapi kesalahan itu adalah kesalahan Bindusara, “tapi sangat terlambat! Terlambat sembilan bulan. Dan sembilan bulan itu waktu yang lama! lama sekali”. Bindusara justru jadi bersemangat, “aku harus mencari Dharma, aku akan bertanya padanya, kenapa dia ingin menjauhkan aku dari putraku sendiri! Enta dia aku temukan atau tidak, dan bagaimana aku akan memenuhi kekurangan sekian tahun itu. Apa yang harus aku lakukan”.

Helena mau menggali informasi tentang Dharma dan putranya dari Bindusara, “tapi, mau dicari dimana. Apakah Ashoka sudah cerita tentang dia? Siapa dia, ada dimana! Bagaimana wajahnya!”. Bindusara tanpa curiga menjelaskan pada ibu tirinya itu, “itulah yang tidak diketahui oleh Ashoka. Dia hanya mengetahui bahwa Dharma dan juga putraku, keduanya masih hidup”. Helena langsung tersenyum lega, Bindusara tak memperhatikan perubahan ekspresi ibunya itu, dan terus menjelaskan, “setelah itu dia pergi kemana, tidak ada yang tau bu”.

Helena mencoba menuduh Ashoka, “kalau dia tidak tau, lalu kenapa kau percaya kepadanya?! Bagaimana kau tau, kalau apapun yang diceritakannya padamu, itu adalah benar!”. Bindusara menjelaskan kalau dia percaya Ashoka bukan tanpa alasan, “aku sudah bilang pada ibu bahwa aku percaya pada Ashoka. Dia tidak akan berbohong padaku. Dia sendiri yang mencaritau semua ini dari seorang pencatat. Dan ibu tau, para pencatat penduduk ini, mereka memiliki catatan yang sangat lengkap tentang penduduk di suatu tempat. Pencatat itulah yang mengatakan itu pada Ashoka ketika gubuk itu terbakar, disaat itulah, Dharma melahirkan putrku”.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan