Ashoka: Meminta Bantuan Chanakya Merencanakan Perangkap Bagi Musuh, Menyembunyikan Kebenaran Demi Melindungi Dharma


Ashoka #151 07 episode

Di tempat penggilingan gandum, Dharma masih mendorong kayu tuas penggiling dengan berjalan memutar, seorang prajurit berdiri tak jauh sambil mengawasinya. Dharma sudah kelelahan mendorong kayu besar tersebut, tapi tetap harus mengerjakannya. Ashoka muncul, berdiri memperhatikan ibunya dari celah-celah anyaman yang berfungsi seperti jendela. Dharma yang mendorong tuas kayu penggiling sambil menunduk terlihat sangat ke lelahan. Ashoka memperhatikan dengan tatap sedih.

Dharma berhenti, mengusap keringat di pipinya. Prajurit yang mengawasi kerjanya langsung bersuara, “hai wanita muda, tujuan hukuman itu adalah bahwa selama tubuh dan pikiran tidak lelah maka orang tidak akan menyadari kesalahannya. Jadi sekarang, kau jangan pura-pura malas bekerja dan banyak istirahat, aku tidak menyukainya. Ayo!”. Dharma hanya tertunduk mendengarkan ucapan si parjurit. Ashoka sudah menahan geram di tempatnya berdiri mendengar ibunya di hina seperti itu. Ia sudah mau beranjak dari situ, saat tiba-tiba terngiang pesan Chanakya sebelumnya ‘kau harus merahasiakan kebenaran demi melindungi Dewi Dharma sendiri’. Ashoka terpaksa menahan semua kesedihan menyaksikan ibunya diperlakukan terhina begitu.

Dharma tanpa bersuara kembali mendorong kayu tuas penggiling. Ashoka terus memperhatikan. Prajurit yang mengawasi ibunya bekerja beranjak ke arah pintu dimana berdiri seorang prajurit yang berjaga. Si prajurit pengawas berpesan, “perhatikan dia”. Si penjaga dengan sikap siap menyanggupi, “baik”. Prajurit pengawas yang berbadan gendut meninggalkan tempat itu. Ashoka juga beranjak dari tempatnya.

Ashoka #151 09 episode

Ashoka muncul di depan pintu tempat ibunya bekerja tambahan menjalankan hukuman. Prajurit yang dipesan mengawasi, menoleh ke Ashoka, “mau kemana kau!”. Dharma menoleh ke arah pintu, wajahnya cemas melihat Ashoka yang disana. Ashoka menjawab sambil menatap ibunya, “kedalam, mau bertemu Sevika”. Dharma terus memperhatikan, mencemaskan Ashoka.

Si prajurit penjaga ingin tau, “kenapa? Memangnya dia siapamu!”. Ashoka menatap si prajurit, Dharma memperhatikan Ashoka dengan cemas. Ashoka terdiam sejenak, menarik nafas dalam untuk menenangkan dirinya, menatap tajam si prajurit, “jangan mengundang masalah dengan bertanya macam-macam pada pengawal Yang Mulia. Jika aku mengatakan tentang sikapmu ini pada Yang Mulia, maka kau, pasti akan dipecat”. Si prajurit menelan ludah, “ya sudah, tapi cepat ya. Jika ada yang melihatmu disini, aku bisa di pecat. Pergi sana”.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan