Ashoka #151 04 episode

Ashoka minta penjelasan maksud ucapan Chanakya itu, “apa gunanya dengan itu”. Chanakya menjelaskan, “musuh, akan berusaha mendekatimu Ashoka, berusaha mencari tau darimu, berusaha mengorek, seberapa banyak kebenaran yang kau ketahui. Dan mereka berusaha untuk berteman, bisa juga pasti akan berteman. Karena itu mereka mengira membodohi dirimu. Akan tetapi sesungguhnya, kau lah yang membodohi mereka””. Ashoka mendengarkan dengan serius.

Chanakya mengangkat batu yang tadi diambilnya dari tangan Ashoka, mengangkatnya, membidikkan ke batu merah yang pantulannya mengenai batu biru, tanpa mengenai batu kuning. Ashoka paham apa yang dimaksud Chanakya, “itulah yang akan ku lakukan, aku akan meraih kepercayaan mereka, lalu pemburu akan menjadi mangsa dengan sendirinya”. Chanakya tersenyum, “pergilah nak, sebelum kau bisa menghabisi musuh-musuh ayahmu”, sambil berdiri, yang juga diikuti Ashoka. Chanakya menyarankan Ashoka, “mintalah restu dari ibumu”. Ashoka menjawab dengan hormat, “aku memang selalu membutuhkan restu darinya Acharya”.

Ashoka menunjukkan wajah sedih, “tapi ibu tidak tau bahwa aku sudah tau tentang ayahku. Dan, aku tidak mau dia sampai tau tentang hal ini”. Chanakya meyakinkan Ashoka, “baiklah. Dengar nak, seperti Dewi Dharma merahasiakan kebenaran tentangmu, untuk melindungi dirimu, sama seperti itu, untuk melindungi Dewi Dharma kau harus merahasiakan kebenaran ini. Dan ingatlah, itu adalah ujian. Ketika kau mengetahui kebenaran, kau, sedang mencarinya. Kini kau sudah tau kebenarannya, tapi nak, kau tidak bisa memberitau kebenaran ini pada siapapun”. Ashoka menunjukkan wajah serius mendengarnya.

Ashoka #151 05 episode

Chanakya mengingatkan, “ketahuilah, menyimpan kebenaran itu adalah hal yang sangat besar nak. Banyak sekali situasi yang akan menantangmu, tapi kau harus ingat mengenai tujuanmu dan juga ingalah arahmu. Barulah setelah itu, kau bisa mengungkapkan kebenaran”.

Ashoka merespon nasehat Chanakya, “tapi itu tidak akan lama-lama, aku akan segera membongkar kebenaran dihadapan semua orang, supaya musuh-musuh asli Magadh, yang melakukan hal ini pada ibuku, topeng mereka akan terlepas dari wajah mereka”. Chanakya memegang memegang kedua bahu Ashoka, menepuknya ringan, mengangguk.

Ashoka berajak mengambil pedangnya, meninggalkan ruangan Chanakya. Chanakya menatap Ashoka yang menjauh sesaat, kemudian membalikkan badan, menatap batu-batu yang di susun Ashoka dilantai sebelumnya, ia membathin dengan sedih, ‘Ashoka tidak tau, bahwa di istana ini musuhnya bukan cuma satu, tapi sangat banyak”.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :