Ashoka: Dharma Dituduh Menghina Sushima, Ashoka Ingin Menyatukan Ayah & Ibunya, Chanakya Memberi Nasehat, Merestuinya Sebagai Pangeran


Ashoka #148  episode 136 09

Sementara itu, Ashoka sudah berhadapan dengan Chanakya di dalam ruangan Chanakya. Ashoka menangis menatap gurunya itu, “apa lagi yang kau tunggu Acharya? Meskipun kau mengetahui apa yang benar, kau tidak berpihak pada ibuku. Kenapa? Kenapa kau jauhkan ibuku dari Yang Mulia! Meski tau, hal yang paling membahagiakan bagi Yang Mulia adalah bertemu dengannya! Kenapa kau tidak memberitau pada Yang Mulia bahwa dia memiliki anak yang lain! Kenapa! Apa yang kau takutkan Acharya! Katakan! Apakah kau pikir bahwa Yang Mulia akan mencurigai kejujuran dari ibuku atau kau ingin memastikan apakah aku memang layak untuk disebut sebagai putra Yang Mulia atau tidak! Atau kau juga ragu, apakah aku keturunan Maurya atau tidak?!”.

Chanakya menjawab semua pertanyaan Ashoka dengan menatap mata Ashoka yang menahan marah bercampur tangis, “apa kau masih ingat ketika kau bertemu aku pertama kali. Sejak saat itu, aku tau siapa kau, aku lihat, bayangan kakekmu yaitu Chandragupta Maurya ada dalam dirimu. Karena itulah aku mengajakmu dan juga ibumu Dewi Dharma untuk datang ke Pataliputra ini nak. Dewi Dharma tidak ingin datang kesini dia menentang hal ini, itu karena dia merasa Yang Mulia Bindusara berusaha untuk, menghabisimu dan juga menghabisi ibumu Dewi Dharma”. Ashoka mendengar penjelasan Chanakya dengan mata berlinang.

Chanakya terus menjelaskan, “aku berkali-kali mencegah dia untuk keluar dari Pataliputra, supaya dia tau kebenarannya. Tapi sebelum situasi itu muncul, banyak sekali situasi yang berbeda bermunculan. Suatu hari timbul sebuah situasi, hingga semuanya yakin bahwa Dewi Dharma sudah tiada. Dan kau, kau seorang diri nak”. Air mata Ashoka semakin deras mengalir, karena dia tidak akan pernah melupakan situsi yang diceritakan Chanakya itu.

Ashoka #148  episode 136 11

Chanakya terus menjelaskan pada Ashoka kenapa dia masih merahasiakan keberadaan Ashoka dan ibunya, “karena itu, aku mengirim Yang Mulia Bindusara ke hutan untuk menjemput dirimu. Aku sering menimbulkan situasi-situasi seperti itu supaya Yang Mulia Bindusara bisa lebih akrab denganmu. Itu, tanpa membongkar kebenaran”. Ashoka hanya berdiri mendengarkan dengan air mata mengalir.

Chanakya terus menjelaskan, “untuk membongkar kebenaran dibutuhkan saat yang tepat nak. Jika kebenaran itu terbongkar dihadapan Yang Mulia sebelum waktunya, maka kau tau, apa yang akan terjadi? Ya, disini, di Magadh, ayahmu dan juga ibumu, serta kau, punya musuh yang banyak. Jika kebenaran ini terbongkar sebelum waktunya maka sasaran perang musuh adalah kalian bertiga”.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan