Serial Ashoka

Ashoka: ‘Menjemput’ Kenangan Ayah & Ibunya, Dapat Bukti Kuat Dia Seorang Pangeran. Ahankara Dipaksa Berbaik Dengan Sushima, Dharma Diperlakukan Kasar


Ashoka #147 23 episode

Sementara itu, Ashoka menghampiri singa yang dilihatnya. Singa itu sedang menggarukkan kakinya ke tanah, seperti anjing yang menyimpan tulang di tanah. Ashoka memperhatikan tingkah singa itu dengan heran. Kemudian singa berlalu dari tempat itu. Ashoka berfikir, melirik singa yang menjauh. Perlahan, Ashoka mendekat ke bawah pohon besar rindang tersebut, jongkok, melanjutkan galian si singa dengan menyingkirkan tanah yang sepertinya tempat menyimpan sesuatu, benar, Ashoka tertegun sesaat, di dalam tanah itu ada sebuah kotak yang sudah berkarat.

Ashoka melanjutkan menyingkirkan tanah yang menutupi kotak tersebut, mengangkat kotak tersebut dengan wajah penuh tanya. Meletakkan kembali kotak tersebut ke tanah, membuka ikatan kawat pengunci kotak tersebut, di dalamnya ada sebuah belati dan perhiasan. Ashoka mengangkat pehiasan berlogo singa, simbol kerajaan Magadh.

Ashoka #147 24 episode

Ashoka memegang perhiasan itu dengan perasaan haru, menggenggamnya, meraih belati antik yang sudah berumur tua. Ashoka menggenggam kedua benda berharga milik Yang Mulia Chandragupta itu dengan erat, terngiang kembali ucapan biksu sebelumnya, “kau pangeran, pangeran Ashoka, cucu Yang Mulia Chandragupta Maurya”, sambil menyilangkan tangannya yang masing-masing memegang kalung dan belati di depan dada. Ashoka seperti mendapatkan bukti kuat dari kakeknya kalau dia salah satu keturunan Maurya. Ashoka seperti mendapat kehangatan dari kakeknya Chandragupta.

Cerita serial Ashoka episode selanjutnya, Dharma memberitau permaisuri Subrasi bahwa pangeran Sushima telah berprilaku kasar pada putri Ahankara. Permaisuri Charumitra yang mendengar itu, menunjukkan tabiatnya yang tak jauh beda dengan Sushima, pemarah dan kasar, ia mengancam Dharma, “sebelum kau menuduh putraku yang bukan-bukan, seharusnya kau pikir apa akibatnya untukmu. Akan ku minta kepada Yang Mulia untuk menghukum sevikamu!”. Dharma terkejut melihat kemarahan Charumitra. Selanjutnya, Dharma akan dihadirkan ke persidangan. Akankah Yang Mulia Bindusara menyadari kehadiran pelayan di depannya itu sesungguhnya Dharma?

Iklan

Satu tanggapan untuk “Ashoka: ‘Menjemput’ Kenangan Ayah & Ibunya, Dapat Bukti Kuat Dia Seorang Pangeran. Ahankara Dipaksa Berbaik Dengan Sushima, Dharma Diperlakukan Kasar”

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.