Ashoka: ‘Menjemput’ Kenangan Ayah & Ibunya, Dapat Bukti Kuat Dia Seorang Pangeran. Ahankara Dipaksa Berbaik Dengan Sushima, Dharma Diperlakukan Kasar


Ahankara pucat menatap gelas penuh minuman alkohol di meja itu. Sushima dengan sikap pongahnya bicara, “ayo minum, tidak mau?”, sambil bangkit dan mengambil gelas dengan marah, menghampiri Ahankara, “aku bilang apa tadi padamu? jangan menolakku, aku sudah bilang bukan? ayo ini, ayo”, sambil menyodorkan gelas. Ahankara menggeleng dengan takut. Selanjutnya, Sushima memaksa Ahankara meminum minuman itu dengan mengancamnya.

Saat Sushima merecoki mulut Ahankara dengan minuman, muncul Dharma di pintu, “pangeran!”. Ahankara melirik ke arah pintu, begitu juga dengan Sushima yang menunjukkan wajah marah. Dharma terkejut melihat apa yang dilakukan Sushima pada Ahankara. Sushima berkata dengan geraham terkatup, ‘ada apa hah”. Dharma melangkah mendekat, “aku mendengar suara ada yang jatuh”. Sushima membalikkan badannya dengan kesal dan berkacak pinggang.

Ashoka #147 20 episode

Dharma melirik kondisi Ahankara yang berdiri seperti orang ketakutan, Dharma lebih dekat lagi ke Sushima yang tak mau menatapnya, saking marahnya. Dharma tetap bicara, “apa yang kau lakukan ini sangat tidak baik, prilaku seperti ini tidak pantas dilakukan bagi seorang pangeran. Dan lagipula ayahmu sudah berjanji, akan memperlakukan putri Ahankara, dengan segala hormat”. Sushima semakin mengatupkan gerahamnya. Ahankara tau gelagatnya, dia memilih kabur dari ruangan itu.

Dharma terus mencoba menasehati Sushima, “kau harus menghargai janji ayahmu pangeran Sushima”. Sushima menoleh ke arah Ahankara yang kabur. Dharma juga ikut melihat ke arah pintu. Sushima menahan geram, tapi dasar pangeran pemarah, ia menatap Dharma, memegang bahu kanan Dharma, mendorong dengan kuat hingga Dharma terjatuh membentur pinggir tempat tidur. Ashoka berkata dengan sombongnya, “pertama-tama bersikaplah seperti pelayan!”. Dharma yang jatuh terduduk memegang jidat kirinya yang terluka.

Sushima melempar gelas minuman yang sebelumnya dipegang tangan kanannya, kemudian menunjuk Dharma dengan tatap mengancam, “kau harus membayar mahal semua ini”. Dharma hanya meringis menahan sakit di jidatnya. Sushima yang marah, melangkah keluar ruangan. Dharma menahan sakit luka di jidat, sakit diperlakukan seperti itu, ia terisyak ingat keadaan putranya sendiri, memanggilnya dalam rintihan kesakitan, “Ashoka”.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan