Ashoka: ‘Menjemput’ Kenangan Ayah & Ibunya, Dapat Bukti Kuat Dia Seorang Pangeran. Ahankara Dipaksa Berbaik Dengan Sushima, Dharma Diperlakukan Kasar


Sushima bangkit dari duduknya, menjelaskan, “pertama kali aku mendengar tentang lamaran ini, aku juga menolaknya. Lalu setelah aku pikir-pikir lagi, putri musuh dima’afkan ayahku yang baik hati dan dia dibebaskan. *Ahankara muncul dipintu ruangan, Sushima tak melihatnya*. Akan lebih bagus Ahankara tinggal disini bersama denganku, agar setiap hari aku bisa menjadikan hidupnya seperti di neraka dan itupun dengan hak penuh”, sambil tersenyum dan membalikkan badan ke arah temannya, barulah saat itu Sushima menyadari keberadaan Ahankara yang berdiri kaku di pintu, menatapnya.

Sushima balas menatap Ahankara dengan tatap penuh rencana, ia pun memerintahkan teman dan pelayan untuk meninggalkannya, “pergilah”. Semuanya dengan patuh memenuhi permintaan Sushima.

Ashoka #147 18 episode

Ahankara melangkah masuk, mendekat ke tempat Sushima yang meneguk minuman digelas yang dipegangnya, kemudian menatap gelas ditangannya itu dengan tersenyum, menyodorkan ke Ahankara. Ahankara mencoba tersenyum, menatap Sushima, bicara dengan agak ragu, “aku, aku tidak mau minum”. Sushima pura-pura tak mengerti, “apa? aku tidak dengar”. Ahankara mengulang ucapannya, “aku, aku tidak mau minum”.

Sushima menarik tangannya yang terjulur memegang gelas, “hmmm, katakan lebih keras”. Ahankara tanpa curiga mengulang lagi ucapannya, “aku tidak mau,,”. Sushima melempar gelas yang dipegangnya ke arah Ahankara, tapi tidak mengenainya, gelas tembaga itu jatuh berisik dilantai. Ahankara terkejut dengan sikap Sushima yang kasar.

Sushima mendekat ke Ahankara, menunjuk dengan geraham terkatup, “jangan berani-berani menolak aku lagi, kau mengerti?”. Ahankara ketakutan. Sushima memegang kedua lengan atas Ahankara dengan keras, “apa kau mengerti?!”, sambil melotot dan mengguncangnya. Sushima kemudian tersenyum melihat ketakutan di wajah Ahankara, “soalnya Ahankara, kita berdua akan menikah dan ini adalah kewajiban istri agar dia memegang janji pernikahan itu dan salah satu janjinya adalah agar dia mau membahagiakan suaminya, bukan begitu? Dan kalau sekarang aku senang dengan minuman, maka kau harus minum juga, walaupun itu minuman yang mengandung racun, kau harus meminumnya”. Kemudian Sushima melangkah ke meja kecil tempat minuman ditaroh.

Ashoka #147 19 episode

Ahankara yang cemas dengan sikap Sushima, mencoba menenangkan hati kekasihnya itu, “kenapa kau melakukan ini padaku hah, dulu kita berdua saling mencintai dan pada saat hari Vat Savitri, aku juga melakukan pemujaan demi kau, apa kau lupa”, sambil menangis. Sushima tetap menuangkan minuman ke gelas, menjawab Ahankara, “aku tidak lupa apapun, tidak ada yang kulupakan”, sambil duduk kembali dibangkunya, “justru berdasarkan cinta itu aku minta kau minum”, dengan menaroh gelas dimeja dengan keras.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan