Serial Ashoka

Ashoka: ‘Menjemput’ Kenangan Ayah & Ibunya, Dapat Bukti Kuat Dia Seorang Pangeran. Ahankara Dipaksa Berbaik Dengan Sushima, Dharma Diperlakukan Kasar


Niharika merespon cepat, “aku akan suruh Ahankara menemui Sushima hari ini juga”. Helena tersenyum, kemudian memegang tangan Niharika sekilas sebagai ganti ucapan ‘semoga berhasil’, kemudian melangkah keluar ruangan. Sebelum mencapi pintu, ia berpapasan dengan Ahankara yang menggendong adik lelakinya diikuti seorang pelayan, Ahankara tertegun sesaat melihat kehadiran Helena diruangan ibunya. Helena mengangkat dagunya, tersenyum tipis seperti orang terpaksa. Ahankara juga mengangguk tipis dengan senyum samar. Ahankara kemudian menyerahkan adiknya ke pelayan.

Ashoka #147 15 episode

Ahankara menghampiri Niharika, “untuk apa ibu suri datang kemari?”. Niharika memberitau putrinya itu, “dia datang untuk membicarakan pernikahanmu dengan Sushima”. Ahankara terkejut,”apa? Siapa yang memberi hak padanya untuk memutuskan kehidupanku!”. Niharika memegang pipi kanan Ahankara, “ibulah yang mengajukan tawaran ini padanya”. Ahankara melongo. Niharika menambahkan, “agar kau menikah dengan Sushima”.

Ahankara menunjukkan wajah panik, “tidak! itu tidak mungkin! Aku tidak mau menikah dengan Sushima, dia orang yang jahat bu!”. Niharika membuka kedua tangannya, menenangkan putrinya, “Ahankara! Ini sangat penting bagimu dan ibu, kau harus menikah dengan dia”. Ahankara mencoba melunakkan keputusan Niharika, “bu, apa kau tau betapa bencinya dia padaku?! Dia ingin melenyapkanku, dia datang dengan membawa pedang untuk menghabisiku. Daripada menikah dengan dia, lebih baik aku bunuh diri!”.

Niharika melotot marah pada putrinya, “Ahankaraa!”. Ahankara menahan tangisnya, pelayan yang sedang menidurkan adik Ahankara diayunan, sampai terkejut. Niharika menarik nafas, menunjukkan wajah tanpa rasa kasihan, “inilah perbedaan seorang ibu dan permaisuri. Ibu pastilah memikirkan anaknya, tapi seorang permaisuri memikirkan rakyatnya. Kau temui Sushima hari ini dan kau harus berusaha kembali untuk memenangkan hatinya”, sambil memegang pipi Ahankara yang menangis, “anggap ini sebagai perintah dariku”, kemudian bergegas keluar ruangan, meninggalkan Ahankara yang hanya bisa menangis.

Ahankara menangis sesugukan, melihat ke telapak tangan kirinya dimana disitu ada simbol persahabatannya dengan Ashoka, dibuatnya saat Ashoka mempertaruhkan nyawanya sendiri untuk menyelamatkan nyawanya dari Sushima. Ahankara hanya bisa menangis sedih.

Ashoka #147 17 episode

Sementara itu, diruangannya, Sushima sedang duduk sambil minum-minum dangan salah satu temannya yang berdiri. Mereka berdua dilayani seorang pelayan wanita dan satunya bertugas memegang kipas besar mengipasi Sushima. Teman Sushima bicara, “aku dengar ada lamaran pernikahan dari Ahankara”. Sushima menjawab dengan nada dingin, “ya, aku juga dengar begitu”. Temannya ingin tau lagi, “apa kau ingin menikah dengan putri musuh?”, sambil menjulurkan tangan meminta minuman lagi ke pelayan.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

Satu tanggapan untuk “Ashoka: ‘Menjemput’ Kenangan Ayah & Ibunya, Dapat Bukti Kuat Dia Seorang Pangeran. Ahankara Dipaksa Berbaik Dengan Sushima, Dharma Diperlakukan Kasar”

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.