Serial Ashoka

Ashoka: ‘Menjemput’ Kenangan Ayah & Ibunya, Dapat Bukti Kuat Dia Seorang Pangeran. Ahankara Dipaksa Berbaik Dengan Sushima, Dharma Diperlakukan Kasar


Ashoka ternyata melanjutkan langkahnya ke pinggir sungai dimana terdapat simbol Dewa Shiva disitu. Ashoka berdiri dengan menahan amarah menatap simbol Shiva di depannya, “aku mau bertanya satu hal padamu, orang yang memujamu, dia menjalankan kewajiban, tidak melakukan kekerasan, kenapa kau justru berlaku tidak adil pada orang seperti itu?! Apa ibuku pernah minta sesuatu padamu?”. Ashoka menggelengkan kepalanya dengan kesal, “kurasa tidak. Meskipun menehan segala derita, dia tetap diam saja. Dia diperlakukan tidak adil! Dia disiksa! Tapi dia menahan segalanya, menahan segalanya”, sambil mengeluarkan air mata.

Ashoka #147 11 episode

Ashoka terus menumpahkan uneg-unegnya pada simbol Dewanya, “kau senang bukan menghina maktamu seperti ini? Orang-orang yang kejam, penganiaya, justru menjadi lebih kuat dan semakin berjaya! Sementara orang yang seharusnya hidup dengan hormat justru hidup sebagai seorang pelayan. Berkali-kali dia dihina dan kau cuma diam saja! Selama empat belas tahun dia terlantar! Dan bagaimana perasaannya selama ini dimana dia melihat suaminya ada di depan matanya, bukan disampingnya?!”.

Ashoka masih menumpahkan rasa sesak di dadanya mengetahui kebenaran tentang diri dan ibunya, “ibu ku pernah bercerita bahwa kau sangat sedih atas kehilangan istrimu Shakti, saat itu kau sangat sedih. Bila kau mengerti derita perpisahan ini, lalu kenapa kau tidak bisa memahami derita perpisahan ayah dan ibuku!”, sambil menggertakkan geraham dalam tangisnya, “dimana rasa kasihanmu itu! Karena itulah ibuku masih mengalami semua ini dan kau tidak melakukan apapun!”.

Ashoka semakin menahan rasa marahnya menatap simbol Shiva di depannya yang hanya diam, “aku tidak membutuhkanmu!”. Ashoka melihat ke simbol yang ada dipergelangan tangan kanannya, melirik simbol Shiva di depannya lagi, melangkah lebih dekat, menatap dengan wajah marah. Tiba-tiba diatas tebing terdengar suara singa yang memperlihatkan bagian belakang tubuhnyak, seakan memberi isyarat minta diikuti Ashoka yang sedang marah pada Dewanya itu. Ashoka menatap kearah singa tersebut.

Ashoka #147 14 episode

Di istana Magadh, di ruangan permaisuri Niharika berdiam, ibu suri Helena memberitaunya, “rencana kita mulai berhasil. Hari ini, kita menemukan cincin Dharma dan besok,,”. Niharika langsung memotong ucapan Helena, “rencananya sudah benar ibu suri, tapi pernikahan antara Sushima dan Ahankara sudah sampai dimana?!”, dengan tatap dingin.

Ibu suri Helena mengerjap-ngerjapkan matanya, menunjukkan wajah penuh senyum meyakinkan, “kau sudah menanamkan benih dalam hati Bindusara, tapi dia belum memberikan persetujuannya, tapi jika dia juga tidak langsung menolak, itu bagus juga! Kita akan mendapatkan waktu untuk menjelaskan pada Bindusara bahwa kebahagiaan Sushima ada pada Ahankara. Laksanakan pekerjaan, untuk mendekatkan mereka”.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

Satu tanggapan untuk “Ashoka: ‘Menjemput’ Kenangan Ayah & Ibunya, Dapat Bukti Kuat Dia Seorang Pangeran. Ahankara Dipaksa Berbaik Dengan Sushima, Dharma Diperlakukan Kasar”

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.