Serial Ashoka

Ashoka: ‘Menjemput’ Kenangan Ayah & Ibunya, Dapat Bukti Kuat Dia Seorang Pangeran. Ahankara Dipaksa Berbaik Dengan Sushima, Dharma Diperlakukan Kasar


Ibunya, wanita yang berhati tulus, tak mau memberatkan ayahnya, ‘aku tidak membutuhkan itu Yang Mulia, aku yakin kau pasti akan kembali’. Ashoka bisa melihat ayahnya membuka cincin dari jarinya, kemudin meraih tangan kanan ibunya, menaroh cincin itu ditelapak tangaan ibunya. Tatapan Ashoka meredup. Ia melangkah ke bekas ruang yang lain dari pondok ibunya itu.

Ashoka menoleh ke belakang, ia melakukan rekonstruksi kenangan masa lalu yang dialami ayah dan ibunya. Di kejauhan, Ashoka seperti melihat ayahnya, Bindusara, sudah menunggang kuda diikuti Mir Khorasan, serta diikuti prajurit. Ashoka menelan ludah melihat pemandangan itu, Ashoka melangkah ke bekas jalan di depan rumah ibunya, kembali menoleh ke belakang, menjemput kenangan ibunya kembali. Ashoka melihat ibunya yang sedang hamil dan memasak di dapur di sudut halaman, langsung bangkit saat mendengar langkah-langkah kuda mendekat. Ibunya bergegas ke pagar rumahnya. Saat si pengendara kuda hanya melintas, Ashoka bisa melihat dengan jelas kesedihan di wajah ibunya.

Ashoka #147 08a episode

Ashoka menatap sedih bayangan ibunya yang sedang hamil besar, menyandarkan kepala ketiang dekat pagar. Ahoka bergumam dengan sedih, “bukan ayah yang datang, tapi mereka yang akan mencelakai ibu”. Ashoka bisa membayangkan peristiwa menyedihkan yang dialami ibu dan kakeknya. Dalam keadaan hamil besar, di depan mata ibunya, kakeknya tanpa perasaan ditebas pedang Khorasan. Ibunya berteriak, “Ayah!”.

Ashoka membalikkan badannya, terngiang ucapan nenek buta menggambarkan apa yang dialami ibunya selanjutnya, ibunya berlari dari kejaran Khorasan dan pasukan berkudanya, “mereka datang membawa pedang yang besar, mereka naik kuda, dan saat itu dia sedang hamil”. Ashoka saat ini, bisa melihat bagaimana ibunya berlari dengan ketakutan untuk menyelamatkan diri, sambil ucapan si nenek terus terngiang, “dia lari dengan kencang dan sembunyi di gubuknya. Lalu, para prajurit itu membakar gubuknya”. Ashoka seakan kobaran api yang membakar gubuk ibunya, ada di depannya.

Ashoka #147 09 episode

Ashoka melangkah masuk ke area bekas gubuk ibunya kembali, melangkah pelan, ingin menjemput kenangan setelah gubuk ibunya penuh dengan kobaran api. Ashoka tertegun, ia seakan bisa dengan jelas melihat ibunya sedang mengerang kesakitan di tengah kobaran api saat berjuang melahirkannya.

Ashoka menggigit bibirnya, jatuh berlutut, ia melihat sesuatu ada ditanah, mengambilnya, ternyata sebuah gelang, di bekas sisa kebakaran dan ditempat dulu ibunya berjuang melahirkannya. Ashoka menggenggam gelang ditangannya dan menatapnya dengan geraham terkatup rapat, dan tatap mata tajam. Ashoka berdiri, kemudian bergegas meninggalkan bekas sisa gubuk ibunya.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

Satu tanggapan untuk “Ashoka: ‘Menjemput’ Kenangan Ayah & Ibunya, Dapat Bukti Kuat Dia Seorang Pangeran. Ahankara Dipaksa Berbaik Dengan Sushima, Dharma Diperlakukan Kasar”

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.